Inti Berita,
• Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih fokus pada sarpras dan kelembagaan.
• Target pembangunan sarpras selesai Agustus 2026.
• Target 80% koperasi lakukan RAT pada 2027.
• Saat ini baru sekitar 35% koperasi yang sudah RAT.
• Koperasi yang sudah bangunan 100% bertambah jadi 15 unit.
SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), baik dari sisi sarana prasarana maupun kelembagaan.
Kepala Dinas Komindag Trenggalek, Saniran mengatakan pengembangan koperasi desa saat ini difokuskan pada dua aspek utama, yakni pembangunan sarana prasarana serta penguatan kelembagaan koperasi.
“Yang pertama adalah sisi sarprasnya, yang kedua adalah sisi kelembagaannya,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Untuk sisi sarana prasarana, Pemkab Trenggalek menargetkan seluruh pembangunan dapat rampung pada Agustus 2026, sebagaimana telah disampaikan oleh Wakil Bupati, Dandim, dan Ketua DPRD Trenggalek.
Sementara itu, dari sisi kelembagaan, pemerintah terus melakukan pembinaan terhadap koperasi, termasuk mendorong pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai indikator koperasi aktif.
“Rapat anggota tahunan koperasi menjadi bagian dari aktivitas koperasi yang kemudian koperasi itu dinyatakan aktif,” jelas Saniran.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pada 2027 mendatang minimal 80 persen koperasi di Trenggalek telah melaksanakan RAT. Saat ini, capaian RAT baru berada di kisaran 35 persen.
“Sekarang sekitar 35 persen yang sudah melaporkan RAT-nya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Saniran menjelaskan bahwa pengembangan KDMP saat ini telah memasuki tahap kedua, yakni pembangunan sarana dan prasarana setelah sebelumnya tahap pendirian dan legalitas diselesaikan.
“Targetnya sekarang masuk etape kedua, yaitu pembangunan sarana prasarana yang akan didukung operasional,” katanya.
Adapun jumlah koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan secara penuh terus bertambah. Hingga Maret 2026, tercatat 14 koperasi telah rampung 100 persen, dan kini bertambah menjadi 15 koperasi.
“Yang sudah 100 persen per Maret itu 14, hari ini sudah nambah satu lagi jadi 15,” pungkasnya.
Koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan secara penuh tersebut juga menjadi prioritas penerima bantuan sarana operasional, seperti truk.











