SUARA TRENGGALEK – Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak hanya menandai berakhirnya masa pengabdian, tetapi juga berdampak pada dinamika pengisian jabatan strategis di daerah.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyerahkan SK Pensiun kepada 90 pegawai negeri sipil (PNS) dengan terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Februari, 1 Maret, dan 1 April 2026. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (21/1/2026).
Dari jumlah tersebut, dua pejabat eselon II resmi memasuki masa purna tugas, yakni Agus Setiyono selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek serta Totok Rudijanto yang menjabat Staf Ahli Bupati sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Pensiunnya dua pejabat tersebut berpotensi menambah daftar jabatan kepala dinas yang belum terisi secara definitif di lingkungan Pemkab Trenggalek. Sebelumnya, tercatat sedikitnya terdapat delapan jabatan eselon II yang masih kosong atau belum memiliki pejabat definitif.
Delapan jabatan tersebut meliputi Direktur RSUD dr. Soedomo, Inspektur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP), Kepala Dinas Sosial PPPA, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Dengan bertambahnya pejabat yang memasuki masa pensiun, tantangan pengisian jabatan strategis di lingkup Pemkab Trenggalek dinilai semakin kompleks. Posisi kepala dinas memiliki peran penting dalam perumusan kebijakan, pelaksanaan program pembangunan, hingga pelayanan publik kepada masyarakat.
Selain dua pejabat eselon II, sejumlah ASN struktural lainnya juga tercatat memasuki masa purna tugas. Di antaranya Nurudin Boedy selaku Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Trenggalek serta Darmujiadi yang menjabat Camat Panggul.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun. Ia berharap, meski telah memasuki masa pensiun, para mantan ASN tetap berperan aktif di tengah masyarakat.
“Pengabdian tidak berhenti ketika masa tugas berakhir. Masih banyak peran yang bisa dilakukan di lingkungan masyarakat,” ujar Mochamad Nur Arifin.











