Inti Berita,
• Anggota DPRD Trenggalek dari PKS, Nur Efendi, meninggal dunia pada 7 April 2026.
• Ia menjabat sejak 2019 dan terpilih kembali untuk periode kedua 2024–2029.
• Dikenal sebagai sosok responsif, ringan tangan, dan dekat dengan masyarakat.
• Aktif sebagai relawan kemanusiaan dan pengurus PSSI Trenggalek.
• Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi PKS dan masyarakat.
SUARA TRENGGALEK – Kabar duka datang dari DPRD Kabupaten Trenggalek. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nur Efendi, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).
Kepergian legislator yang tengah menjalani periode keduanya tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi partai, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok dekat dan responsif.
Nur Efendi memulai karier politik dari bawah, mulai dari pengurus ranting, kemudian naik ke tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Trenggalek pada Pemilu 2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
“Beliau menjabat DPRD Kabupaten sejak tahun 2019, kemudian terpilih lagi untuk periode 2024–2029. Ini adalah periode kedua Pak Nur Efendi,” ujar Diyan Arifin, Selasa (7/4/2026).
Di mata rekan-rekannya, Nur Efendi dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan cepat merespons ketika dimintai bantuan.
“Kenangan saya sama Mas Fendi itu ketika disambati (dimintai tolong). Dia hanya berkata satu: siap. Tidak ada kata-kata lain. Beliau sangat ringan tangan,” kenang Diyan.
Menurutnya, kata “siap” yang kerap diucapkan almarhum bukan sekadar respons, tetapi komitmen yang selalu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Selain aktif di parlemen, Nur Efendi juga dikenal sebagai relawan kemanusiaan yang sering turun langsung membantu warga saat terjadi bencana.
Ia juga aktif di dunia olahraga sebagai bagian dari kepengurusan PSSI Kabupaten Trenggalek hingga akhir hayatnya.
Di luar itu, almarhum merupakan seorang pengusaha muda yang dikenal tekun membangun usaha dari bawah, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Teladan yang perlu ditiru adalah semangatnya untuk terus berubah menjadi lebih baik. Mas Fendi menunjukkan bahwa meniti karier itu perlu kesungguhan dan ketekunan,” imbuh Diyan.
Kepergian Nur Efendi di usia sekitar 46 tahun meninggalkan kehilangan besar, terutama bagi PKS Trenggalek.
“Terus terang, kami kehilangan salah satu kader dan relawan yang merupakan bagian dari pilar-pilar penting di dalam PKS,” pungkasnya.










