SUARA TRENGGALEK – Isu merebaknya penyakit super flu yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat dipastikan belum ditemukan di Kabupaten Trenggalek.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Trenggalek menegaskan hingga kini tidak ada laporan maupun temuan kasus super flu di wilayah setempat.
Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan berbagai penyakit menular, termasuk isu super flu yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Tidak ada,” ujar Sunarto singkat saat dikonfirmasi terkait keberadaan kasus super flu di Trenggalek, termasuk sejak kapan penyakit tersebut terdeteksi.
Meski demikian, Sunarto menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami karakteristik super flu agar tidak keliru membedakannya dengan flu biasa. Menurutnya, gejala super flu cenderung lebih berat dan muncul secara intens.
“Demam sangat tinggi, suhu tubuh pengidapnya bisa mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan flu biasa,” jelasnya.
Selain demam tinggi, penderita super flu juga biasanya mengalami nyeri otot dan sendi yang cukup berat hingga menyebabkan kondisi tubuh sangat lemas.
“Nyeri otot hebat, badan terasa sangat lemas atau lethargy. Kemudian sakit kepala berat, intensitasnya lebih tinggi dibanding pusing biasa,” tambah Sunarto.
Gangguan pada saluran pernapasan bagian atas juga menjadi gejala yang perlu diwaspadai. Ia menyebut, sakit tenggorokan yang terasa tajam serta batuk kering yang menetap kerap menyertai kondisi tersebut.
“Ada sakit tenggorokan yang tajam disertai batuk kering yang tidak kunjung reda,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan penyakit menular, termasuk super flu, Dinkes Trenggalek mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
“Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Selain itu, menerapkan etika batuk dan bersin serta penggunaan masker juga penting,” jelasnya.
Sunarto juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah panik dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Penyakit menular pada dasarnya dapat dicegah penularannya. Kewaspadaan memang perlu, tetapi informasi yang benar, valid, dan bersumber dari pihak yang kompeten adalah kunci agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak warga Trenggalek untuk tetap tenang namun tetap waspada dalam menyikapi isu kesehatan yang berkembang.
“Tetap waspada tanpa kecemasan berlebihan. Upayakan selalu hidup bersih dan sehat,” pungkas Sunarto.











