BUDAYA

Makna Idul Fitri, Gus Haikal Trenggalek: Momen Perkuat Ukhuwah dan Menyatukan Perbedaan

×

Makna Idul Fitri, Gus Haikal Trenggalek: Momen Perkuat Ukhuwah dan Menyatukan Perbedaan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek Idul Fitri
Warga Trenggalek saat melaksanakan silaturahmi saat hari raya Idul Fitri.

SUARA TRENGGALEK Idul Fitri tidak sekadar menjadi perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Pengasuh Ponpes Ar Ridlotul Ulum, Agus Haikal Baziwilhan atau yang akrab disapa Gus Haikal.

Ia menekankan bahwa Idul Fitri harus dimaknai sebagai upaya menguatkan ukhuwah, baik ukhuwah basyariyah (kemanusiaan), ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), maupun ukhuwah Islamiyah (keagamaan).

Menurutnya, seluruh nilai tersebut berakar dari satu hal mendasar, yakni cinta.

“Pada dasarnya, semua kebaikan itu lahir dari cinta. Ketika cinta tumbuh, maka akan hadir kesabaran, toleransi, hingga kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Gus Haikal menjelaskan, dari cinta pula lahir berbagai nilai luhur seperti kedermawanan, kelapangan hati, serta semangat berbagi yang menjadi ciri khas suasana Lebaran.

Ia menambahkan, momen Idul Fitri juga identik dengan kebersamaan keluarga. Mereka yang selama ini berjauhan dapat kembali berkumpul, sementara yang dekat semakin erat dalam balutan silaturahmi.

“Ini menjadi kekuatan sosial yang tidak tergantikan dalam menjaga keharmonisan kehidupan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Haikal mengingatkan bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang perlu dipertentangkan. Justru, perbedaan merupakan rahmat yang harus disikapi dengan bijak.

Ia mengutip perkataan Umar bin Abdul Aziz yang menyebut perbedaan pendapat di kalangan sahabat Nabi memberikan kelonggaran (rukhsah) bagi umat dalam menjalankan kehidupan.

“Dari sini kita belajar bahwa perbedaan itu memberikan kemudahan. Maka kita harus tetap saling menghormati, termasuk dalam perbedaan penentuan hari raya yang merupakan kewenangan pemerintah,” imbuhnya.

Di akhir, Gus Haikal berharap semangat Idul Fitri tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, masyarakat bisa kembali ke fitrah, menjaga hati tetap bersih, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial,” pungkasnya.

Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga keharmonisan dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai.