PERISTIWA

Longsor KM 16 Tugu, Batu Sebesar Truk Tutup Akses Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo

×

Longsor KM 16 Tugu, Batu Sebesar Truk Tutup Akses Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono saat menyampaikan kondisi longsor.

SUARA TRENGGALEK – Batu sebesar truk menutup jalur utama jalan nasional Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16, kejadian itu menyebabkan arus lalu lintas saat ini ditutup sementara.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono menyampaikan pihaknya menerima laporan terjadinya longsor di KM 16 jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Lanjutnya, laporan tersebut masuk melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang.

“Ini diawali hujan intensitas sedang, kemudian berhenti. Beberapa hari sebelumnya juga sempat terjadi hujan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan audio visual yang diterima, disampaikan Triadi jika material longsor didominasi batu berukuran besar.

“Material longsor paling banyak adalah batu. Ukurannya lebih dari mobil atau truk,” jelas Stefanus.

Material tersebut menutup badan jalan sehingga akses Trenggalek-Ponorogo tidak dapat dilalui kendaraan. BPBD pun langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan.

Stefanus menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali untuk mendatangkan alat berat dan perlengkapan pendukung.

“Diupayakan malam ini alat berat dan perlengkapan lainnya datang. Namun melihat kondisi hujan deras, secara teknis akan kami komunikasikan dengan seluruh unsur terkait,” katanya.

Selain itu, BPBD bersama TNI-Polri melakukan pengamanan personel dan asesmen lokasi guna memastikan kondisi aman sebelum pembersihan dilakukan. Pengalihan arus lalu lintas juga diberlakukan.

“Dari arah Trenggalek bisa melalui jalur Desa Dermosari dan beberapa jalan alternatif lainnya menuju Ponorogo,” imbuhnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim, Satker Wilayah II Jatim, BBPJN Jatim-Bali, Endhy Aktony menyatakan pihaknya fokus pada pembersihan material longsor sebagai langkah awal.

“Untuk sementara kita lakukan pembersihan. Malam ini rencana didatangkan dua sampai tiga alat berat,” ujarnya.

Alat berat tersebut berasal dari sejumlah rekanan terdekat dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 00.00 WIB. Jenis alat yang disiapkan berupa ekskavator.

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan masih menunggu kondisi benar-benar aman mengingat hujan masih turun dan tanah dalam kondisi labil.

“Untuk eksekusi pekerjaan, kita komunikasi dengan polisi, TNI, dan BPBD apakah memungkinkan dikerjakan atau tidak. Menunggu situasi dinyatakan aman,” tegas Endhy.

Hingga saat ini, jalur nasional di KM 16 tersebut masih ditutup dan petugas terus bersiaga mengantisipasi potensi longsor susulan.