PERISTIWA

Lokasi Asyik War Takjil di Trenggalek Untuk Menu Buka Puasa Ramadhan

×

Lokasi Asyik War Takjil di Trenggalek Untuk Menu Buka Puasa Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Berburu menu buka puasa di Trenggalek
Warga saat berburu menu buka puasa di timur pasar pon Trenggalek.

SUARA TRENGGALEKBerburu takjil menjadi salah satu aktivitas yang paling dinantikan masyarakat Kabupaten Trenggalek selama bulan suci Ramadan.

Setiap sore, warga lokal hingga pendatang tampak memadati sejumlah titik strategis untuk mencari aneka menu berbuka puasa, mulai dari minuman segar, jajanan tradisional, hingga lauk siap santap dengan harga terjangkau.

Berdasarkan pantauan dan informasi terkini, sejumlah lokasi di Trenggalek kembali menjadi pusat keramaian masyarakat saat ngabuburit. Berikut beberapa titik favorit berburu takjil beserta ragam menu yang ditawarkan.

1. Alun-Alun Trenggalek

Alun-Alun Trenggalek menjadi salah satu lokasi paling ikonik dan ramai selama Ramadan. Pedagang takjil berjajar mengelilingi kawasan alun-alun, menciptakan suasana meriah menjelang waktu berbuka.

Lokasinya yang berada di pusat kota membuat area ini mudah diakses masyarakat dari berbagai penjuru.

Beragam menu tersedia, mulai dari minuman segar seperti es buah, es campur, es cincau, es jeruk, kolak pisang, hingga es dawet.

Untuk makanan ringan, pengunjung bisa menemukan aneka gorengan, risoles, lumpia, klepon, cenil, serta bubur sumsum.

Sementara menu makanan berat meliputi nasi lauk sederhana seperti ayam goreng, telur balado, sayur lodeh, hingga bubur ayam.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, dengan kisaran Rp5.000–Rp10.000 untuk minuman segar, Rp1.000–Rp3.000 per buah gorengan, serta Rp10.000–Rp20.000 untuk nasi dengan lauk sederhana.

2. Pasar Pon Trenggalek

Pasar Pon Trenggalek yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Ngantru, juga menjadi pusat berburu takjil favorit. Lokasi ini kerap dijadikan pasar takjil resmi dengan puluhan pedagang yang mulai membuka lapak sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu maghrib.

Ciri khas pasar ini adalah keberagaman menu lokal, seperti cincau hitam khas Trenggalek, bubur candil, sayur bobor, hingga tiwul dengan lauk ikan laut. Selain itu, tersedia pula aneka gorengan, kue basah, setup pisang, serta lauk-pauk matang yang siap dibawa pulang.

Harga takjil di Pasar Pon berkisar antara Rp5.000–Rp12.000 untuk minuman dan sayur matang, Rp2.000–Rp5.000 untuk kue dan gorengan, serta Rp10.000–Rp25.000 untuk menu lauk berat.

3. Titik Kuliner Lainnya

Selain dua lokasi utama tersebut, masyarakat juga dapat menemukan pedagang takjil di sejumlah titik lain, seperti kawasan Pasar Sore Trenggalek, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, hingga lapak-lapak dadakan di sekitar pendopo.

Lokasi-lokasi ini menawarkan variasi menu serupa dengan suasana yang lebih santai.
Secara umum, suasana berburu takjil di Trenggalek dikenal hangat dan ramah.

Pedagang lokal menyuguhkan cita rasa khas daerah, seperti cincau hitam dari daun janggelan dan aneka olahan pisang.

Masyarakat diimbau datang lebih awal, sekitar pukul 15.00–16.00 WIB, untuk menghindari kepadatan pengunjung dan kehabisan menu menjelang waktu berbuka.

Dengan ragam pilihan kuliner dan harga yang bersahabat, berburu takjil di Trenggalek tidak hanya menjadi tradisi Ramadan, tetapi juga wadah kebersamaan dan penggerak ekonomi masyarakat lokal.