TEKNOLOGI

Laptop Murah Pendukung Belajar, Cocok Untuk Mahasiswa

×

Laptop Murah Pendukung Belajar, Cocok Untuk Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Laptop
Istimewa

SUARA TRENGGALEK – Kebutuhan laptop yang ringan, bertenaga, dan ramah di kantong menjadi perhatian utama mahasiswa di era perkuliahan digital saat ini.

Aktivitas kuliah yang padat, mulai dari perkuliahan tatap muka, kelas daring, hingga pengerjaan tugas berbasis digital, menuntut perangkat yang mampu mendukung mobilitas dan produktivitas secara optimal.

Memasuki tahun 2026, tren laptop mahasiswa di Indonesia mengarah pada perangkat dengan desain ringkas, baterai tahan lama, performa multitasking yang stabil, serta harga yang masih terjangkau.

Berikut sejumlah rekomendasi laptop yang dinilai masih relevan dan layak dipertimbangkan mahasiswa, mulai dari kelas entry-level hingga mid-range premium.

1. ASUS Vivobook Series, Favorit Mahasiswa

ASUS Vivobook Go 14 dan Vivobook S Series masih menjadi pilihan populer di kalangan mahasiswa Indonesia.

Laptop ini dikenal dengan desain modern, bobot ringan, serta fitur yang sudah mendukung kebutuhan produktivitas berbasis kecerdasan buatan (AI).

Beberapa varian terbaru dibekali prosesor AMD Ryzen 5 7520U atau Intel Core i5 generasi baru, RAM 8 hingga 16 GB LPDDR5, SSD 512 GB, serta layar 14 inci Full HD IPS, bahkan OLED pada tipe tertentu. Daya tahan baterainya diklaim mencapai 10–12 jam.

Dengan bobot sekitar 1,3–1,5 kilogram, ASUS Vivobook dinilai nyaman dibawa ke kampus dan mumpuni untuk kebutuhan Office, konferensi video, hingga pengeditan ringan. Harga pasaran pada 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp5–9 jutaan.

2. Acer Swift Go dan Aspire Lite, Andalan Mobilitas

Acer Swift Go 14 dan Aspire Lite juga masuk dalam daftar laptop yang direkomendasikan untuk mahasiswa. Seri ini menonjolkan desain tipis, bobot ringan, serta efisiensi daya.

Mengusung prosesor Intel Core Ultra atau AMD Ryzen 5/7, RAM hingga 16 GB, dan SSD sampai 1 TB, Acer Swift Go menawarkan performa yang cukup kuat untuk multitasking berat.

Layar OLED atau IPS 2.8K turut menjadi nilai tambah, terutama bagi mahasiswa yang sering membaca jurnal atau mengerjakan presentasi visual.Harga laptop ini diperkirakan berkisar antara Rp7–12 jutaan.

3. Lenovo IdeaPad Slim, Tangguh dan Bernilai

Lenovo IdeaPad Slim 3 dan Slim 5 Gen 9 dikenal sebagai laptop dengan rasio harga dan kualitas yang seimbang. Selain performa stabil, laptop ini juga didukung jaringan layanan purna jual yang luas di Indonesia.

Spesifikasinya meliputi prosesor Intel Core i5 generasi ke-13 atau AMD Ryzen 5 7000 series, RAM 8–16 GB yang dapat di-upgrade, SSD 512 GB, serta layar Full HD anti-glare. Baterainya mampu bertahan hingga 8–10 jam.

Dengan harga di kisaran Rp6–10 jutaan, Lenovo IdeaPad Slim cocok untuk berbagai jurusan, mulai dari sosial hingga teknik.

4. MacBook Air M3/M4, Investasi Jangka Panjang

Bagi mahasiswa dengan anggaran lebih besar, MacBook Air berbasis chip Apple M3 atau M4 masih menjadi pilihan premium. Laptop ini unggul dari sisi performa, efisiensi daya, serta ekosistem yang terintegrasi dengan perangkat Apple lainnya.

MacBook Air menawarkan bobot hanya sekitar 1,24 kilogram, baterai hingga 18–20 jam, serta performa mulus untuk kebutuhan coding, desain, hingga editing video. Harga varian dasar diperkirakan berada di rentang Rp15–20 jutaan pada 2026.

5. Infinix dan ADVAN, Solusi Super Hemat

Untuk mahasiswa dengan anggaran terbatas, Infinix INBOOK X2 dan ADVAN WorkMate hadir sebagai alternatif ekonomis.

Meski dibanderol lebih murah, laptop ini sudah dibekali spesifikasi memadai seperti prosesor Intel Core i3/i5, RAM 8–16 GB, SSD 512 GB, dan layar IPS Full HD.

Dengan harga sekitar Rp5–7 jutaan, laptop ini dinilai cukup untuk kebutuhan kuliah standar seperti pengetikan tugas, konferensi video, dan browsing.

Tips Memilih Laptop Mahasiswa

Agar tidak salah pilih, mahasiswa disarankan memperhatikan beberapa aspek penting, seperti RAM minimal 8 GB (idealnya 16 GB), penyimpanan SSD minimal 512 GB, layar IPS atau OLED, bobot di bawah 1,8 kilogram, serta baterai yang mampu bertahan lebih dari delapan jam.

Pemilihan laptop juga sebaiknya disesuaikan dengan jurusan. Mahasiswa teknik dan desain dianjurkan memilih laptop dengan RAM besar, sementara jurusan sosial dan humaniora dapat menggunakan varian entry-level.

Dengan perangkat yang tepat, proses perkuliahan diharapkan dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan nyaman di tengah tuntutan akademik yang semakin digital.