PERISTIWA

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan Trenggalek Dijabat Suprihadi Sebagai Plt

×

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan Trenggalek Dijabat Suprihadi Sebagai Plt

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto saat menyampaikan usai menyerahkan SK kepada 8 pejabat yang menjabat Plt.
Inti Berita,
• Suprihadi jadi Plt Kepala Dinas PKP dan Perhubungan Trenggalek.
• Jabatan definitif Kabag Pengadaan Barang dan Jasa.
• Plt mulai aktif sejak 1 April 2026.
• Jabatan definitif ke depan diisi lewat seleksi terbuka.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek kembali mengisi jabatan kosong melalui penunjukan pelaksana tugas (Plt) usai pelantikan delapan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) secara definitif oleh Bupati Mochamad Nur Arifin.

Salah satu posisi yang diisi adalah Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (PKP dan Perhubungan) Kabupaten Trenggalek yang kini dijabat oleh Suprihadi sebagai Plt.

Suprihadi sendiri saat ini menjabat definitif sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek.

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto menjelaskan, penunjukan Plt dilakukan untuk menjaga kesinambungan kinerja pemerintahan setelah adanya pergeseran jabatan hasil job fit JPT.

“Rangkaian pelaksanaan mutasi hasil job fit JPT yang tadi pagi kita laksanakan ternyata memang meninggalkan tempat yang kosong. Nah, untuk tetap terjadi kesinambungan tugas, maka kita tunjuk pelaksana tugas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat delapan organisasi perangkat daerah (OPD) yang diisi Plt, baik untuk jabatan yang benar-benar kosong maupun perpanjangan masa tugas Plt sebelumnya.

“Alhamdulillah ada delapan OPD yang kita isi pelaksana tugasnya. Jadi ada yang baru sama sekali dan ada yang memang memperpanjang masa Plt-nya,” jelasnya.

Edy menegaskan, para Plt tersebut mulai aktif menjalankan tugas sejak 1 April 2026, bersamaan dengan selesainya rangkaian mutasi jabatan.

“Mulai tanggal 1 April ini sudah harus aktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengisian jabatan definitif ke depan akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka, khususnya untuk posisi JPT yang kosong.

“Secara umum konsep kita setelah ada mutasi JPT ini, jabatan yang ditinggalkan dan kosong itu kita laksanakan seleksi terbuka,” katanya.

Ia menambahkan, seleksi terbuka tersebut akan diikuti oleh pejabat administrator (eselon III) yang berpotensi naik jabatan, meski berimplikasi pada munculnya kekosongan baru di level bawah.

“Seleksi terbuka ini diikuti pejabat administrator eselon III. Ketika mereka naik, tentu akan ada posisi yang kosong lagi. Insyaallah nanti kita maksimalkan untuk bisa segera terisi,” pungkasnya.