PERISTIWA

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek Resmi Dijabat drg Andiek Muarifin Sebagai Plt

×

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek Resmi Dijabat drg Andiek Muarifin Sebagai Plt

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto saat menyampaikan usai menyerahkan SK kepada 8 pejabat yang menjabat Plt.
Inti Berita,
• drg Andiek Muarifin jabat Plt Kepala Dinkes PPKB.
• Jabatan definitif sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan.
• Plt mulai aktif sejak 1 April 2026.
• Jabatan definitif ke depan diisi lewat seleksi terbuka.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek kembali melakukan pengisian jabatan kosong melalui penunjukan pelaksana tugas (Plt) usai pelantikan delapan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) secara definitif oleh Bupati Mochamad Nur Arifin.

Kali ini, posisi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek dijabat oleh drg Andiek Muarifin sebagai Plt.

Sebelumnya, drg Andiek Muarifin menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek.

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto menjelaskan, pengisian Plt dilakukan untuk menjaga kesinambungan kinerja pemerintahan setelah adanya pergeseran jabatan hasil job fit JPT.

“Rangkaian pelaksanaan mutasi hasil job fit JPT yang tadi pagi kita laksanakan ternyata memang meninggalkan tempat yang kosong. Nah, untuk tetap terjadi kesinambungan tugas, maka kita tunjuk pelaksana tugas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat delapan organisasi perangkat daerah (OPD) yang diisi Plt, baik untuk jabatan yang benar-benar kosong maupun perpanjangan masa tugas Plt sebelumnya.

“Alhamdulillah ada delapan OPD yang kita isi pelaksana tugasnya. Jadi ada yang baru sama sekali dan ada yang memang memperpanjang masa Plt-nya,” jelasnya.

Edy menegaskan, para Plt tersebut mulai aktif menjalankan tugas sejak 1 April 2026, bertepatan dengan selesainya rangkaian mutasi jabatan.

“Mulai tanggal 1 April ini sudah harus aktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengisian jabatan definitif ke depan akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka, khususnya untuk posisi JPT yang kosong.

“Secara umum konsep kita setelah ada mutasi JPT ini, jabatan yang ditinggalkan dan kosong itu kita laksanakan seleksi terbuka,” katanya.

Ia menambahkan, seleksi terbuka tersebut akan diikuti oleh pejabat administrator (eselon III) yang berpotensi naik jabatan, meski akan memunculkan kekosongan baru di level bawah.

“Seleksi terbuka ini diikuti pejabat administrator eselon III. Ketika mereka naik, tentu akan ada posisi yang kosong lagi. Insyaallah nanti kita maksimalkan untuk bisa segera terisi,” pungkasnya.