SUARA TRENGGALEK – Penerbangan langsung dari Jeddah menuju Surabaya dipastikan tetap berjalan normal di tengah memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah.
Jamaah umrah asal Kabupaten Trenggalek yang menggunakan maskapai dengan rute langsung ke Indonesia dilaporkan dapat kembali ke Tanah Air tanpa kendala.
Direktur Operasional PT Jabal Noor Nurut Taqwa Haramain, H. M. Fajar Mustofa, memastikan kondisi di Kota Makkah hingga saat ini aman dan aktivitas ibadah berlangsung seperti biasa.
Karena itu, masyarakat Trenggalek yang memiliki keluarga atau kerabat sedang menunaikan umrah diminta tidak perlu khawatir.
“Kondisi di Makkah tidak ada apa-apa. Ibadah tetap berjalan lancar. Yang terdampak serangan itu pangkalan tentara Amerika Serikat di Riyadh,” ujar Fajar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan lokasi serangan berada di pangkalan militer Amerika Serikat di Kota Riyadh, yang jaraknya cukup jauh dari kota-kota suci di Arab Saudi.
Jarak Riyadh ke Makkah sekitar 860 kilometer, ke Jeddah sekitar 950 kilometer, dan ke Madinah sekitar 820 kilometer.
Menurutnya, jarak tersebut membuat situasi keamanan tidak berdampak terhadap aktivitas ibadah para jamaah.
“Karena jaraknya sangat jauh dari tempat ibadah, jadi tidak mengganggu jamaah,” katanya.
Fajar menambahkan, jamaah yang mengalami keterlambatan kepulangan umumnya merupakan mereka yang menggunakan penerbangan dengan rute transit di beberapa negara Timur Tengah, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab.
Penutupan sejumlah jalur penerbangan di wilayah tersebut membuat sebagian maskapai menunda jadwal keberangkatan.
Sebaliknya, jamaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Jeddah ke Indonesia tidak mengalami persoalan berarti.
“Yang tertahan itu rata-rata yang maskapainya transit di negara lain. Kalau yang langsung ke Tanah Air tidak ada masalah,” tegasnya.
Ia juga memastikan jamaah yang diberangkatkan oleh PT Jabal Noor tidak terdampak kendala penerbangan karena seluruhnya menggunakan maskapai dengan rute langsung menuju Indonesia.
“Untuk jamaah Jabal Noor tidak ada masalah, karena menggunakan maskapai yang langsung ke Indonesia,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, sebanyak 82 jamaah telah kembali ke Indonesia pada 26 Februari 2026. Kemudian pada 2 Maret 2026, sebanyak 30 jamaah lainnya juga pulang melalui penerbangan langsung dari Jeddah menuju Surabaya.
Terkait jamaah yang kepulangannya tertunda akibat penerbangan transit, Fajar menyebut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi sempat melakukan koordinasi agar jamaah dapat mempertimbangkan penggantian maskapai.
Namun opsi tersebut hanya bisa dilakukan jika masih tersedia kursi penerbangan dan dengan sejumlah persyaratan, termasuk pembelian tiket baru.
Sebagian jamaah memilih tetap menunggu jadwal penerbangan dari maskapai awal meski harus lebih lama berada di bandara.
Sementara itu, mengenai keberadaan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang juga tengah menjalankan ibadah umrah, Fajar mengaku tidak mengetahui secara pasti karena tidak berada dalam satu rombongan.
Meski demikian, ia memastikan secara umum kondisi jamaah umrah asal Trenggalek dalam keadaan aman.
“Pelaksanaan ibadah di sini baik-baik saja, tidak ada masalah. Jadi secara umum jamaah umrah asal Trenggalek dalam kondisi aman,” pungkasnya.











