PERISTIWA

Imbas Perang AS dan Israel Vs Iran, 58 Jemaah Umrah Asal Trenggalek Masih Tertahan di Arab Saudi

×

Imbas Perang AS dan Israel Vs Iran, 58 Jemaah Umrah Asal Trenggalek Masih Tertahan di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Amerika Serikat dan Israel vs Iran
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah.

SUARA TRENGGALEK – Situasi di Timur Tengah memanas menyusul serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Kondisi tersebut berdampak pada penutupan sejumlah bandara dan pembatalan penerbangan dari dan menuju kawasan tersebut.

Akibatnya, puluhan jemaah umrah asal Kabupaten Trenggalek terancam mengalami penundaan kepulangan ke Tanah Air.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) Kabupaten Trenggalek, saat ini tercatat sebanyak 58 jemaah umrah asal Trenggalek masih berada di Arab Saudi.

Kepala Kantor Kemehaj Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah membenarkan adanya jemaah yang masih tertahan di Tanah Suci.

“Kabar yang kita terima ada 58 jemaah yang bertahan di Arab Saudi sampai sekarang. Baik yang sudah habis waktunya ataupun yang mungkin baru sampai,” ujar Subkan, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar jemaah yang saat ini menunggu kepulangan diperkirakan berangkat pada pertengahan Februari 2026. Mengingat durasi umrah rata-rata sekitar 12 hari, seharusnya mereka sudah memasuki masa kepulangan.

“Kalau yang sekarang sudah dan mau pulang, mungkin berangkatnya pertengahan Februari kemarin karena lamanya umrah itu kurang lebih sekitar 12 hari,” jelasnya.

Subkan menambahkan, informasi terakhir yang diterima pihaknya menyebutkan pada 26 Februari terdapat rombongan jemaah yang baru berangkat, sebagian melalui biro perjalanan dari luar Trenggalek, seperti Muntilan dan Jember.

Ia mengakui tidak seluruh jemaah berangkat melalui biro travel asal Trenggalek. “Kalau biro Trenggalek seperti Jabal Noor tentu ada yang memberangkatkan. Tapi dengan jumlah sekian banyak kira-kira tidak semuanya, beda-beda,” katanya.

Terkait kondisi terkini, Kemenhaj Trenggalek mengimbau bagi para calon jemaah yang belum berangkat untuk sementara menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan aman.

“Kalau yang belum berangkat, karena memang sekarang sudah hampir terakhir, mohon untuk ditunda dulu,” tegas Subkan.

Sementara bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi, pihaknya berharap situasi segera mereda agar mereka dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.

“Dan yang ada di sana ya kita berdoa semoga saja kondisinya segera mereda dan bisa pulang dengan selamat,” pungkasnya.