PERISTIWA

Harga Plastik Naik, Pelaku UMKM Roti di Trenggalek Tertekan hingga Siap Naikkan Harga

×

Harga Plastik Naik, Pelaku UMKM Roti di Trenggalek Tertekan hingga Siap Naikkan Harga

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Muhammad Sulhan, pelaku UMKM roti yang mengaku tertekan dampak naiknya harga plastik.
Inti Berita:
• Harga plastik di Trenggalek naik signifikan pasca Lebaran.
• Pelaku UMKM roti terdampak, biaya produksi ikut meningkat.
• Kenaikan plastik juga memicu naiknya bahan baku lain.
• UMKM berencana menaikkan harga jual hingga 35–40 persen.
• Pedagang sebut kenaikan kali ini paling tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

SUARA TRENGGALEK – Naiknya harga plastik di Kabupaten Trenggalek mulai berdampak langsung pada pelaku UMKM, khususnya sektor usaha roti.

Lonjakan harga yang terjadi pasca Lebaran ini tidak hanya membebani biaya kemasan, tetapi juga memicu kenaikan komponen produksi lainnya.

Pelaku UMKM roti di Trenggalek, Muhammad Sulhan mengaku usahanya terdampak cukup serius akibat kondisi tersebut. Ia menyebut kenaikan harga plastik merembet ke berbagai aspek produksi.

“Sangat terdampak, terkait dengan kenaikan harga plastik, banyak menimbulkan berbagai efek, terutama dari bahan, tenaga kerja, transportasi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga plastik turut memicu kenaikan bahan baku lain yang digunakan dalam produksi roti.

“Kenaikan harga plastik berimbas dengan bahan-bahan baku yang lain untuk membuat roti,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, Sulhan memastikan akan segera melakukan penyesuaian harga jual produknya. Ia menyebut kenaikan harga dari pemasok cukup signifikan.

“Dalam waktu dekat kami akan menyesuaikan harga. Kalau kami langsung dari pabrik 35–40 persen dari harga sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, lonjakan harga plastik juga dikeluhkan pedagang di pasar tradisional. Kenaikan yang terjadi sejak menjelang Lebaran hingga kini belum menunjukkan tanda penurunan.

Salah satu pedagang plastik, Catur Hermanto, menyebut kenaikan kali ini termasuk yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kenaikan kali ini sampai puluhan ribu, beda jauh dari biasanya,” ujarnya.

Ia mencontohkan harga plastik kresek yang sebelumnya Rp36 ribu per ikat kini naik menjadi Rp65 ribu. Sementara gelas cup plastik meningkat dari Rp13 ribu menjadi Rp24 ribu per slop.

“Harga sterofoam juga ikut mengalami kenaikan, dari Rp39 ribu menjadi Rp45 ribu per paket,” imbuhnya.

Kondisi ini menempatkan pelaku UMKM dalam posisi dilematis. Di satu sisi biaya produksi meningkat, sementara di sisi lain daya beli masyarakat belum tentu ikut naik.

Jika tren kenaikan harga plastik terus berlanjut, harga berbagai produk olahan UMKM di Trenggalek diperkirakan akan ikut mengalami kenaikan dalam waktu dekat.