SUARA TRENGGALEK – Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto menyoroti rencana revitalisasi objek wisata Goa Lowo (Gulowo) yang disebut menelan anggaran hingga Rp 5 miliar.
Ia menilai besaran anggaran itu tidak sebanding dengan tren kunjungan wisata yang terus menurun dalam dua tahun terakhir. Sehingga Komisi II hanya merekomendasi anggaran Rp 1-2 miliar saja.
Mugianto menyampaikan hal itu saat memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait prioritas pembangunan pada sektor pariwisata.
“Guwolowo itu oke lah kita bangun, akan tetapi jangan sampai sampai Rp 5 miliar. Kalau kita melihat tren kunjungan wisata per tahun, tingkat kunjungan paling besar itu ke tempat-tempat pantai,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa fasilitas umum (fasum) di kawasan wisata pantai justru lebih mendesak untuk dibenahi.
Perbaikan fasum dan menarik retribusi pendapatan dari sektor tersebut dinilai lebih menjanjikan bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pantai-pantai di Trenggalek perlu kita benahi fasumnya. Itu membantu PAD dan sekaligus bisa membantu bayar pokok bunga pinjaman tadi,” katanya.
Goa Lowo Dikelola Pihak Ketiga
Menanggapi wacana bahwa pengelolaan Goa Lowo setelah dibenahi dengan anggaran Rp 5 miliar nantinya akan diserahkan kepada pihak ketiga, Mugianto menilai langkah itu tidak efisien jika pembangunan menelan anggaran besar.
“Kita sudah membangun 5 miliar kemudian pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga. Itu cara bisnis yang tidak efektif dan efisien,” tegasnya.
Ia menambahkan, tren penurunan kunjungan di kawasan wisata nonpantai harus menjadi bahan kajian sebelum pemerintah mengalokasikan anggaran besar.
“Kalau memang tren penurunannya ada, ya jangan sampai kita menghambur-hamburkan anggaran ke sektor itu,” katanya.
Prioritaskan Infrastruktur Penunjang
Mugianto menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya mengutamakan perbaikan jalan menuju destinasi wisata yang terbukti memberikan kontribusi bagi PAD.
“Harus lebih mengutamakan prioritas seperti jalan-jalan yang menuju arah wisata-wisata yang bisa mendukung pendapatan,” ujarnya.
Usulan Anggaran Rehabilitasi Goa Lowo
Ia menyebut Komisi II telah memberikan masukan agar anggaran revitalisasi Goa Lowo ditekan jauh di bawah rencana awal.
“Kita memberi masukan maksimal 2 miliar atau 1 miliar. Kalau bisa jangan sampai 5 miliar dialokasikan di Goa Lowo. Lebih mengutamakan jalan-jalan yang rusak di seluruh Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.











