Inti Berita:
• Sebuah showroom sepeda motor (Arik Motor) di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek ludes terbakar pada Rabu pagi (21/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB akibat dugaan korsleting listrik.
• Insiden tersebut menghanguskan 43 unit sepeda motor dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp700 juta, sementara tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
SUARA TRENGGALEK – Musibah kebakaran menimpa showroom sepeda motor “Arik Motor” milik Yulianto yang berlokasi di RT 23 RW 07 Dusun Pule, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (21/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi warga sekitar pukul 05.30 WIB yang melihat kepulan asap tebal keluar dari dalam bangunan berukuran 10 x 5 meter tersebut.
Saat pintu rolling door dibuka oleh pemiliknya, kobaran api telah melahap sejumlah unit armada kendaraan di dalam bangunan. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 700 juta.
Kabid Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Kabupaten Trenggalek, Ahmad Samsuri menjelaskan kebakaran diketahui sekitar pukul 05.30 WIB setelah seorang saksi melihat kepulan asap dari dalam showroom.
Saksi kemudian menghubungi pemilik showroom, Yulianto, untuk memberitahukan kejadian tersebut. Setelah tiba di lokasi dan membuka pintu rolling door, pemilik mendapati sejumlah sepeda motor di dalam bangunan telah terbakar sebagian.
“Pemilik showroom bersama masyarakat sekitar berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di dalam bangunan,” tuturnya.
Dari upaya tersebut, tujuh unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max berhasil diselamatkan. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp 700 juta, dengan jumlah kendaraan yang terdampak sebanyak 43 unit sepeda motor.
“Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut,” paparnya.
Disampaikan Samsuri, petugas menerima laporan pada pukul 05.40 WIB dan berangkat menuju lokasi lima menit kemudian. Tim tiba di tempat kejadian pada pukul 06.02 WIB, lalu memulai operasi pemadaman pada pukul 06.05 WIB.
Api dilaporkan padam sekitar pukul 06.12 WIB. Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk mencegah munculnya kembali titik api. Operasi penanganan dinyatakan selesai pada pukul 06.45 WIB.
Sebanyak 15 personel Damkar dikerahkan dalam penanganan tersebut, dengan dukungan dua unit mobil pompa dan satu unit mobil suplai air.
“Total air yang digunakan untuk upaya memadamkan api tersebut mencapai 9.000 liter,” imbuhnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut juga melibatkan perangkat Desa Sumurup, Bhabinkamtibmas (BKTM) Sumurup, unsur TNI, serta masyarakat setempat.
“Kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih berstatus dugaan” pungkasnya.











