SUARA TRENGGALEK – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek dihentikan sementara selama libur lebaran 2026.
Pengiriman terakhir dilakukan pada pertengahan Maret, langkah tersebut menyesuaikan dengan kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Neo Ordikla menjelaskan bahwa penghentian sementara distribusi tersebut mengacu pada surat edaran dari BGN.
“Terakhir maksimal pengiriman itu tanggal 17. Dari Trenggalek sendiri ada yang pengiriman tanggal 16 dan 17, tergantung komunikasi SPPG dengan sekolah,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, penghentian distribusi berlaku untuk seluruh sasaran program, baik sekolah maupun posyandu.
“Untuk semua pengiriman, baik sekolah maupun posyandu,” jelasnya.
Neo menyebutkan, operasional program MBG dijadwalkan kembali aktif pada 31 Maret 2026. “Rencana operasional lagi tanggal 31,” katanya.
Selama masa libur, pihak dari SPPG juga memanfaatkan waktu untuk melakukan pembenahan internal, termasuk kegiatan pembersihan dapur dan pelatihan ulang bagi relawan.
“Pada tanggal 25, relawan sudah masuk untuk general cleaning dan pelatihan ulang supaya tidak kaget saat mulai memasak lagi,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengimbau agar ke depan kualitas menu terus ditingkatkan, khususnya peralihan dari makanan kering ke makanan basah agar lebih optimal.
“Harapannya ke depan menu basah bisa lebih optimal,” tambahnya.
Saat ini, jumlah SPPG yang beroperasi di Trenggalek mencapai 63 titik. Setelah Lebaran, jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah.
“Setelah Lebaran kemungkinan ada penambahan sekitar dua titik,” pungkas Neo.











