PERISTIWA

Dampak Gempa Pacitan, Warga Trenggalek Tetap Bertahan di Rumah Meski Kondisi Rusak

×

Dampak Gempa Pacitan, Warga Trenggalek Tetap Bertahan di Rumah Meski Kondisi Rusak

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kondisi rumah warga Trenggalek rusak akibat dampak gempa di Pacitan.

SUARA TRENGGALEK Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya tujuh rumah warga di Kabupaten Trenggalek, Jumat (6/2/2026) dini hari.

Salah satu rumah yang terdampak berada di Dusun Jatirejo, Desa Suruh, Kecamatan Suruh. Rumah milik Sutadji mengalami kerusakan cukup serius pada bagian kamar belakang setelah tembok ambrol saat gempa terjadi. Sutadji diketahui tinggal bersama anaknya, Alfian.

Alfian menjelaskan, bangunan rumah tersebut tergolong tua dan belum pernah direnovasi. Bahkan, sebelum kejadian gempa terakhir, dinding rumah sudah mengalami retakan akibat gempa sebelumnya pada akhir Januari 2026.

“Memang sudah retak, lalu kena gempa akhir Januari kemarin jadi tambah lebar retaknya. Tadi malam kena lagi, akhirnya ambruk,” ujar Alfian.

Ia menuturkan, saat gempa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya baru saja pulang bekerja dari Kecamatan Trenggalek dan belum sempat beristirahat. Tak lama setelah guncangan dirasakan, terdengar suara keras dari bagian belakang rumah.

“Jam satu saya pulang, tiba-tiba gempa. Tidak lama kemudian terdengar suara dari belakang rumah, ternyata temboknya roboh,” katanya.

Meski rumah mengalami kerusakan, Alfian dan ayahnya masih bertahan tinggal di rumah tersebut karena tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain.

“Insyaallah masih aman. Nanti kalau ada uang akan diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Sementara (PS) Kapolsek Suruh, AKP Hanik Setyo Budi, mengatakan terdapat dua rumah warga di Kecamatan Suruh yang terdampak gempa, keduanya berada di Dusun Jatirejo, Desa Suruh.

Selain rumah milik Sutadji, kerusakan juga terjadi pada rumah milik Rejasad di bagian dapur.

“Seluruhnya hanya mengalami kerugian material, tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena dimungkinkan terjadi gempa susulan, terutama bagi warga yang rumahnya belum memenuhi standar,” jelas Hanik.

Pihak kepolisian telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Suruh, Gaguk Susilo, mengungkapkan bahwa sebagian rumah warga di wilayahnya memang belum memenuhi standar kelayakan huni akibat keterbatasan ekonomi.

Pemerintah desa sebelumnya telah mengusulkan program bedah rumah, namun hingga kini belum terealisasi.

Pasca gempa, pemerintah desa berencana mengoordinasikan gotong royong warga untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak agar dapat difungsikan sementara.

“Kami akan koordinasi dengan warga supaya rumah masih bisa ditempati sambil menunggu perbaikan. Yang terpenting keselamatan warga tetap diutamakan,” kata Gaguk.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera mengevakuasi diri apabila terjadi guncangan gempa susulan, khususnya bagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan kurang aman.

“Kalau ada guncangan lagi, warga harus lebih waspada dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.