PERISTIWA

Cara Budidaya Ikan Lele di Pekarangan Rumah

×

Cara Budidaya Ikan Lele di Pekarangan Rumah

Sebarkan artikel ini
Ikan lele
Istimewa

SUARA TRENGGALEK – Budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal atau kolam biasa dinilai menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan konsumsi ikan secara mandiri dari pekarangan rumah.

Metode ini cocok untuk pemula karena tidak memerlukan lahan luas, modal relatif terjangkau, serta perawatannya sederhana. Juga bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lele dipilih karena memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi air, pertumbuhan cepat, dan mudah dibudidayakan. Dengan kolam terpal, kualitas air lebih mudah dikontrol sehingga risiko kematian ikan dapat ditekan.

Untuk skala rumahan, kolam terpal yang direkomendasikan berukuran 2×3 meter atau 3×4 meter dengan kedalaman air bertahap hingga 80 sentimeter.

Kepadatan tebar ideal berkisar 100–200 ekor per meter persegi agar pertumbuhan optimal. Sebelum bibit ditebar, kolam sebaiknya diisi air dan didiamkan selama 7–10 hari untuk menstabilkan kondisi air.

Bibit lele yang dianjurkan berasal dari jenis unggul seperti lele Sangkuriang atau Dumbo dengan ukuran 5-9 sentimeter. Penebaran dilakukan secara perlahan setelah penyesuaian suhu agar bibit tidak stres.

Pemberian pakan menjadi faktor utama keberhasilan budidaya. Pakan pelet diberikan tiga kali sehari dengan takaran sekitar 3-6 persen dari bobot total ikan.

Untuk menekan biaya, pakan alami seperti keong mas, cacing, atau bekicot dapat dimanfaatkan sebagai tambahan.

Perawatan harian meliputi pemantauan kualitas air dan perilaku ikan. Air kolam tidak perlu sering diganti, cukup ditambah jika berkurang. Jika ikan terlihat sering naik ke permukaan, peternak disarankan menambah air segar atau memasang aerator.

Lele rumahan umumnya dapat dipanen setelah 2,5 hingga 3,5 bulan pemeliharaan. Ukuran panen ideal berkisar 7-12 ekor per kilogram.

Pada skala kecil, kolam 2×3 meter dengan tebar sekitar 1.000 ekor berpotensi menghasilkan 100-140 kilogram lele, cukup untuk konsumsi keluarga dan sebagian dapat dijual.

Budidaya lele kolam terpal dinilai layak dikembangkan sebagai usaha sampingan sekaligus upaya ketahanan pangan keluarga, dengan kunci utama konsistensi perawatan dan pengelolaan pakan yang tepat.