PERISTIWA

Sempat Tertahan di Arab Saudi, Rute Terbang Bupati Trenggalek Lewati India dan Singapura

×

Sempat Tertahan di Arab Saudi, Rute Terbang Bupati Trenggalek Lewati India dan Singapura

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

SUARA TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mochammad Nur Arifin yang sempat tertahan di Arab Saudi akibat konflik di kawasan Timur Tengah akhirnya mendapat kepastian untuk kembali ke Indonesia.

Nur Arifin dijadwalkan pulang melalui rute penerbangan dari Arab Saudi menuju India, kemudian Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Ia diketahui berangkat pada Rabu (4/3/2026) dan diperkirakan tiba di Tanah Air pada Jumat (6/3/2026).

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan masa ibadah umrah Nur Arifin sebenarnya telah selesai pada Senin (2/3/2026).

Namun, situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat sejumlah jalur penerbangan ditutup sehingga rombongan tidak dapat segera kembali ke Indonesia.

“Waktu itu tertahan karena jalur penerbangan tempat beliau transit di Dubai ditutup demi keselamatan,” kata Doding di rumah dinasnya, Kamis (5/3/2026).

Selama tertahan di Arab Saudi, Nur Arifin memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah di Tanah Suci Makkah sembari menunggu kepastian penerbangan yang aman untuk kembali ke Indonesia.

Setelah beberapa hari menunggu, ia akhirnya memperoleh tiket penerbangan alternatif melalui India dan Singapura.

“Saya dikabari beliau mendapat tiket. Penerbangan dimulai Rabu (4/3/2026) dan rencana tiba di Tanah Air pada Jumat (6/3/2026),” ujarnya.

Meski berada jauh dari daerahnya, Doding menyebut Nur Arifin tetap aktif berkomunikasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan para pemangku kepentingan daerah.

Menurutnya, komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Termasuk saya, beliau aktif memberi kabar dan memastikan kondisi birokrasi serta kegiatan di Trenggalek tetap berjalan,” kata Doding.

Dalam situasi tersebut, Nur Arifin juga tetap mengikuti sejumlah isu penting di daerah, salah satunya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang jaminan sosial.

Selain itu, ia turut memberi perhatian terhadap bencana tanah longsor yang menutup jalur utama Trenggalek–Ponorogo di kilometer 16, tepatnya di Kecamatan Tugu, yang terjadi pada Selasa (3/3/2026).

“Pesan beliau, longsor di kilometer 16 yang menutup jalur utama antar kota itu harus ditangani secara serius,” ujar Doding.

Ia menambahkan, bersama Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) guna mempercepat penanganan longsor, termasuk dengan mendatangkan alat berat untuk membersihkan material yang menutup badan jalan.

“Beliau tetap berkomunikasi di tengah ibadahnya. Kalau ada urusan Trenggalek, beliau pasti berkoordinasi dengan seluruh stakeholder,” pungkas Doding.