KESEHATAN

BPOM Kediri Ingatkan Pedagang Takjil di Trenggalek Terapkan 5 Kunci Keamanan Pangan

×

BPOM Kediri Ingatkan Pedagang Takjil di Trenggalek Terapkan 5 Kunci Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas BPOM Kediri saat melaksanakan sidak takjil di Pasar Pon Trenggalek.

SUARA TRENGGALEK – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri mengimbau pedagang maupun masyarakat Trenggalek untuk memperhatikan keamanan pangan, terutama pada makanan siap saji yang banyak dijual di pasaran.

Pengawas Farmasi dan Makanan dari Balai BPOM Kediri, Shela Nurul Nadia menekankan pentingnya menjaga kebersihan serta menerapkan prinsip keamanan pangan agar makanan tetap aman dikonsumsi.

“Baik pembeli maupun penjual harus selalu menjaga kebersihan dan menerapkan lima kunci keamanan pangan,” ujar Shela, Sabtu (13/3/2026).

Ia menjelaskan, lima kunci keamanan pangan tersebut meliputi menjaga kebersihan, memisahkan bahan pangan mentah dengan yang sudah matang.

Memasak makanan hingga benar-benar matang, menggunakan bahan pangan yang bermutu dan berkualitas, serta menjaga makanan pada suhu yang aman.

Selain itu, Shela juga mengingatkan masyarakat terkait cara penyimpanan makanan beku seperti nugget dan sosis yang umumnya disimpan di dalam freezer.

Menurutnya, makanan beku yang sudah dikeluarkan dari freezer untuk dicairkan tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam freezer jika tidak langsung dimasak.

“Kalau pangan yang sudah dikeluarkan dari freezer dan dicairkan, sebaiknya langsung dimasak. Tidak boleh dimasukkan kembali ke freezer karena berpotensi mengandung mikroba,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan suhu berulang dari dingin ke suhu ruang lalu kembali dibekukan dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

“Kasus keracunan pangan akibat proses seperti ini juga sudah cukup banyak terjadi,” katanya.

Untuk menghindari hal tersebut, Shela menyarankan masyarakat membagi bahan makanan beku dalam beberapa porsi sebelum disimpan di freezer.

Dengan cara itu, ketika hendak memasak, masyarakat cukup mengambil porsi yang dibutuhkan tanpa harus mencairkan seluruh bahan makanan.

“Lebih baik dipisahkan sesuai takaran. Jadi yang ingin dimasak hari ini diambil secukupnya, sementara sisanya tetap disimpan di freezer,” pungkasnya.