SUARA TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek kembali menghadapi tingginya intensitas bencana alam sepanjang tahun 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat sebanyak 192 kejadian bencana yang tersebar di 14 kecamatan dan 104 desa/kelurahan, dengan dominasi tanah longsor dan gerak tanah.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan bencana paling banyak terjadi akibat kondisi geografis Trenggalek yang berbukit serta curah hujan tinggi.
Dari total kejadian tersebut, sebanyak 109 merupakan tanah longsor dan gerak tanah, disusul 45 kejadian banjir, 36 kejadian cuaca ekstrem, serta dua kejadian gelombang laut di wilayah pesisir.
“Sepanjang 2025, total kejadian bencana di Trenggalek mencapai 192 kejadian. Paling banyak adalah tanah longsor dan gerak tanah sebanyak 109 kejadian,” ujar Stefanus Triadi.
Dampak bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur. BPBD mencatat 15 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan 203 rumah rusak ringan.
Selain itu, delapan ruas jalan rusak ringan, empat ruas jalan rusak sedang, dan empat ruas jalan rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada lima jembatan rusak sedang dan delapan jembatan rusak berat.
Fasilitas publik turut terdampak, di antaranya dua sekolah serta Tembok Penahan Jalan (TPJ) dengan rincian 17 rusak ringan, 13 rusak sedang, dan 11 rusak berat.
“Dampak bencana ini tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Stefanus Triadi.
BPBD mencatat total kerugian material akibat bencana sepanjang 2025 mencapai Rp12.279.402.900. Sebanyak 4.313 kepala keluarga atau 13.782 jiwa terdampak langsung.
Dari jumlah tersebut, 226 kepala keluarga sempat mengungsi, namun seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing.
Selain kerugian materiil, bencana alam sepanjang 2025 juga menimbulkan korban jiwa.
BPBD mencatat 12 orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka sedang, dan dua orang luka ringan.
“Data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Trenggalek ke depan,” pungkasnya.











