PERISTIWA

Bau MBG Tak Sedap, SD Inovatif Trenggalek Kembalikan 400 Porsi ke SPPG 3 Ngantru

×

Bau MBG Tak Sedap, SD Inovatif Trenggalek Kembalikan 400 Porsi ke SPPG 3 Ngantru

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Menu porsi MBG di SD Inovatif Trenggalek yang sudah tidak layak.

SUARA TRENGGALEK – Sekolah Dasar (SD) Inovatif di Trenggalek mengembalikan sebanyak 400 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Ngantru 3, Selasa pagi.

Pengembalian dilakukan setelah pihak sekolah mendapati menu ayam berbumbu yang diduga sudah tidak layak konsumsi dan berbau tidak sedap, pada menu hari Kamis, (5/2/2026).

Guru sekaligus wali kelas SD Inovatif, Daimaini menjelaskan bahwa paket MBG biasanya tiba di sekolah sebelum pukul 08.00 WIB dan diperuntukkan sebagai menu sarapan siswa.

Pada hari kejadian, menu yang diterima berupa ayam rica-rica, sayur dan terdapat buah salak serta tempe keripik yang dibungkus. Saat dibuka, menu MBG langsung memunculkan bau tidak sedap.

“Ketika ompreng dibuka, baunya langsung menyebar dan tidak sedap. Awalnya kami mengira karena bumbunya atau tercampur bau buah salak, tapi setelah dicium satu per satu oleh beberapa guru, baunya memang sudah tidak layak,” ujarnya.

Menurut Daimaini, salah satu siswa juga sempat diminta mencoba mencium menu tersebut, namun langsung menolak karena aroma yang menyengat. Pihak sekolah pun tidak berani membagikan makanan tersebut kepada siswa.

“Kalau istilah Jawa-nya sudah ‘badek’. Kami tidak berani memberikan ke anak-anak karena khawatir dengan keamanannya,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, ditegaskan Daimini seluruh paket MBG yang berjumlah lebih dari 400 porsi termasuk untuk siswa dan guru langsung dikembalikan ke pihak penyedia.

Hingga siang hari, belum ada penggantian menu dari SPPG untuk mengganti menu yang diduga basi tersebut.

Daimaini menyebut, akibat pengembalian tersebut banyak siswa yang tidak sarapan. Pasalnya, sebagian besar siswa memang tidak sarapan dari rumah karena mengandalkan program MBG yang disediakan di sekolah.

“Anak-anak tidak sarapan hari ini karena dari rumah memang tidak makan. Sampai sekarang juga belum ada penggantian dari MBG,” jelasnya.

Ia berharap ke depan menu MBG untuk siswa SD dapat dievaluasi, khususnya terkait jenis olahan ayam. Menurutnya, penggunaan bumbu basah berisiko membuat makanan cepat basi, terlebih jika dimasak sejak malam hari.

“Saran kami, untuk anak SD sebaiknya ayam tidak dibumbui basah, jangan juga dikombinasikan dengan buah seperti salak yang punya aroma khas. Jadi menu ayam lebih aman digoreng atau menu kering,” pungkasnya.