SUARA TRENGGALEK – Material longsor berupa batu berukuran besar yang sempat menutup jalur nasional Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16 berhasil dibersihkan oleh tim gabungan.
Meski demikian, petugas masih melakukan penanganan lanjutan karena masih terdapat potensi longsor susulan di lokasi tersebut.
Batu berukuran sebesar truk tersebut sebelumnya menutup seluruh badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terpaksa ditutup sementara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan material utama longsoran kini telah berhasil disingkirkan.
“Jika kita perhatikan saat ini pukul 12.46 WIB, material longsoran batu besar yang sejak dua hingga tiga hari lalu menumpuk di lokasi sudah berhasil kita ratakan bersama tim gabungan. Hanya saja masih perlu kita rapikan kembali,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, meskipun batu besar dan material longsor lainnya telah berhasil dievakuasi, masih terdapat sejumlah material di bagian atas tebing yang perlu diwaspadai.
“Kalau kita perhatikan masih ada beberapa material longsoran di atas yang perlu menjadi atensi, apalagi saat ini masih dimungkinkan terjadi hujan,” tambahnya.
Menurut Stefanus, pembersihan tersebut merupakan langkah awal agar jalur dapat kembali difungsikan.
Namun proses perapian dan pemantauan kondisi tebing masih terus dilakukan guna mengantisipasi potensi longsor susulan.
Sebelumnya, tanah longsor terjadi di ruas jalan nasional KM 16 Trenggalek-Ponorogo yang masuk wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Material longsor berupa tanah dan batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat melintas.
Selain itu, tanggul penahan tanah setinggi sekitar 10 meter di lokasi tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah..











