PERISTIWA

Kejar Target 2027, Pemkab Trenggalek Kebut Tender 11 Paket Proyek dari Dana Pinjaman

×

Kejar Target 2027, Pemkab Trenggalek Kebut Tender 11 Paket Proyek dari Dana Pinjaman

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pengerjaan infrastruktur dari anggaran pinjaman daerah.
Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek menargetkan proses tender 11 paket pekerjaan dari dana pinjaman daerah selesai pada akhir 2026 agar pekerjaan fisik dapat direalisasikan sepenuhnya di 2027.
​• Paket pekerjaan mencakup sektor pariwisata, pertanian, hingga infrastruktur jalan (Disperimhub) dengan alokasi khusus paket jalan diperkirakan mencapai Rp45 miliar.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengejar target penyelesaian lelang infrastruktur menjelang penutupan tahun anggaran 2026.

Pemkab menargetkan sekitar 11 paket pekerjaan yang bersumber dari dana pinjaman daerah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dapat di upayakan selesai dalam proses pemilihan penyedia jasa pada akhir tahun 2026.

Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Trenggalek, Suprihadi mengatakan hingga Oktober 2026, proses tender dan seleksi telah menyelesaikan sekitar 11 paket.

“Jadi, yang sudah kita selesaikan kemarin, disampaikan ada 11 paket tender dan seleksi. Nanti berkaitan dengan dana dari pinjaman di akhir tahun, rencana kami melaksanakan pemilihan lagi sekitar 11 paket,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Menurut Suprihadi, proses pengadaan pada Oktober hingga November juga menyesuaikan dengan berlakunya Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 2 Tahun 2026.

“Sejumlah pemilihan penyedia dilaksanakan melalui metode purchasing menggunakan katalog dengan mekanisme mini kompetisi,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya masih mendata perangkat daerah yang akan melaksanakan pemilihan melalui Kelompok Kerja (Pokja) pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).

Suprihadi berharap seluruh proses pemilihan dapat diselesaikan sesuai rencana agar pekerjaan yang didanai pinjaman daerah bisa direalisasikan pada 2027.

“Doa restunya, mudah-mudahan rencana kita bisa kita selesaikan sehingga nanti dana pinjaman ini yang memang ditunggu masyarakat itu bisa realisasi di tahun 2027,” katanya.

Ia menyebut, alokasi dana pinjaman untuk paket pekerjaan jalan diperkirakan mencapai Rp 45 miliar.

Namun, proses pengadaan masing-masing paket masih berada pada tahapan berbeda, mulai dari sudah berkontrak, sedang dalam proses pemilihan, hingga harus menjalani pemilihan ulang.

Pemilihan ulang dilakukan terhadap sejumlah paket yang menggunakan mekanisme mini kompetisi karena tidak memenuhi ketentuan dalam dokumen pemilihan.

“Salah satu penyebabnya adalah jumlah penawar hanya satu sehingga sistem menyatakan proses pemilihan gagal,” tuturnya.

Diimbuhkannya, kondisi tersebut membuat proses pengadaan perlu diulang agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.