Inti Berita:
• Kapal nelayan jenis payang pecah setelah menabrak Karang Batu Bangkong di perairan Gunung Kumbokarno, Watulimo, Trenggalek pada Senin (12/10/2026) dini hari.
• Insiden terjadi saat 17 ABK hendak menebarkan jaring untuk mencari ikan; beruntung seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa korban jiwa.
• Bangkai kapal berhasil dievakuasi bersama nelayan setempat ke tepi Pantai Cengkrong, sementara kepolisian mengimbau nelayan untuk senantiasa mewaspadai area perairan berkarang.
SUARA TRENGGALEK – Kecelakaan laut menimpa sebuah kapal nelayan jenis payang di perairan sekitar Gunung Kumbokarno, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kapal milik Lukman, warga Dusun Tawang, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, tersebut mengalami pecah pada bagian badan kapal setelah menabrak Karang Batu Bangkong sewaktu para awak kapal bersiap menaburkan jaring penangkap ikan.
Kapolsek Watulimo, Iptu Sumarsono, membenarkan kejadian tersebut. Kapal milik Lukman, warga Dusun Tawang, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, itu menabrak karang saat awak kapal hendak menebarkan jaring untuk menangkap ikan.
“Saat hendak menceburkan jaring di sekitar Gunung Kumbokarno menabrak Karang Batu Bangkong sehingga kapal mengalami pecah,” ujar Sumarsono saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Benturan tersebut menyebabkan kapal mengalami kerusakan. Meski demikian, seluruh ABK berhasil selamat.
Sumarsono menegaskan, saat kejadian kapal tersebut sedang digunakan untuk aktivitas penangkapan ikan.
“Tebar jaring atau sedang mencari ikan,” paparnya.
Setelah kejadian, para ABK bersama nelayan setempat melakukan evakuasi terhadap kapal yang rusak.
Kapal kemudian berhasil dibawa hingga ke tepi Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo.
Seluruh ABK dilaporkan dalam kondisi sehat setelah insiden tersebut.
“Dalam kejadian tersebut, 17 orang ABK dilaporkan selamat,” kata Sumarsono.
Gunung Kumbokarno berada di kawasan Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, yang berhadapan dengan perairan selatan Jawa dan menjadi salah satu kawasan aktivitas nelayan di sekitar Teluk Prigi.
Menyusul kejadian itu, Sumarsono mengimbau nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama ketika beraktivitas di perairan yang memiliki banyak karang.
Nelayan juga diminta memperhatikan kondisi cuaca, mengenali karakteristik perairan yang dilalui, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan selama berlayar.
Imbauan tersebut disampaikan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut saat nelayan menjalankan aktivitas penangkapan ikan.











