OLAHRAGA

Hibah Koni Cuma Rp 7 Juta Setahun, Cabor ESI Trenggalek Putar Otak Demi Cetak Atlet Pro-Player

×

Hibah Koni Cuma Rp 7 Juta Setahun, Cabor ESI Trenggalek Putar Otak Demi Cetak Atlet Pro-Player

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pertandingan Esports Trenggalek.
Inti Berita:
• Pengurus E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek mengalihkan agenda Trenggalek Esports Championship (TEC) Season 3 menjadi Piala Pelajar 2026 tingkat SMP dan SMA sederajat.
​• Penyesuaian program ini dilakukan untuk menjaring dan membina atlet muda sejak dini sebagai persiapan menghadapi regulasi batasan usia (maksimal 25 tahun) pada Porprov 2027.
​• Piala Pelajar 2026 dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 setelah ujian sekolah, dengan konsep kerja sama tuan rumah (home base) bersama salah satu sekolah local.

SUARA TRENGGALEK – Pengurus E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek harus memutar otak untuk mencari terobosan pendanaan untuk menggenjot prestasi sekaligus mencari dan membina atlet muda.

Pasalnya, anggaran hibah daerah yang diterima ESI Trenggalek melalui KONI hanya sekitar Rp 7 juta untuk kegiatan pembinaan selama satu tahun.

Ketua Harian ESI Kabupaten Trenggalek, Setiawan Alim Wijaya, mengatakan keterbatasan anggaran tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya mendorong penguatan branding esports untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.

“Selain fokus ke atlet, kita juga ingin branding esports ke luar. Tujuannya untuk membuka kerja sama sponsorship, karena setiap kegiatan pasti memerlukan pendanaan,” jelas Alim.

Menurutnya, dana hibah daerah tersebut harus digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan organisasi dan kegiatan, termasuk program pembinaan atlet.

“Kalau mau terus terang, kita cuma mendapat dana hibah dari daerah sekitar Rp7 juta untuk satu tahun. Kalau dirinci untuk kegiatan, ya habis, belum juga pembinaan atlet kita,” ungkapnya.

Karena itu, kerja sama sponsorship menjadi salah satu terobosan yang didorong ESI Trenggalek untuk membangun kemandirian pendanaan.

Dengan branding yang lebih kuat, ESI berharap semakin banyak pihak tertarik mendukung pengembangan esports di Kabupaten Trenggalek.

“Makanya branding dengan menggandeng sponsorship menjadi salah satu terobosan untuk mandiri, agar kegiatan serta pembinaan tetap bisa berjalan,” pungkas Alim.

Alihkan TEC ke Piala Pelajar

Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, ESI Kabupaten Trenggalek juga melakukan penyesuaian program kegiatan tahunan 2026.

Jika sebelumnya agenda tahunan diisi dengan Trenggalek Esports Championship (TEC), tahun ini ESI Trenggalek mengalihkan fokus pada pembinaan atlet muda melalui Piala Pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Trenggalek.

Alim mengatakan TEC sebelumnya telah diselenggarakan hingga Season 2 pada 2025.

TEC Season 3 sejatinya direncanakan berlangsung pada September 2026, namun terdapat sejumlah penyesuaian program.

“Untuk kegiatan tahunan ESI Kabupaten Trenggalek, kita memiliki TEC atau Trenggalek Esports Championship. Tahun 2025 kemarin sudah kita laksanakan TEC Season 2. Tahun ini sebenarnya rencana TEC Season 3 dilaksanakan September, tetapi ada beberapa penyesuaian,” ujarnya.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan agenda pembinaan atlet sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.

Berdasarkan informasi yang diterima ESI Trenggalek, cabang olahraga esports pada Porprov mendatang akan menerapkan batasan usia atlet maksimal 25 tahun.

“Kita fokuskan pembinaan untuk atlet muda. Tujuannya untuk Porprov 2027 mendatang, jadi kita siapkan sejak sekarang,” jelasnya.

Keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat pengurus ESI Kabupaten Trenggalek yang melibatkan sejumlah unsur kepengurusan, mulai dari ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum, bidang organisasi, bidang pembinaan atlet dan prestasi, bidang kompetisi, hingga bidang wasit dan pelatih.

Hasil pembahasan menetapkan TEC Season 3 digantikan dengan Piala Pelajar 2026. Kegiatan tersebut menyasar pelajar SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Trenggalek dan direncanakan berlangsung pada Desember 2026 setelah pelaksanaan ujian sekolah.

“Untuk teknisnya nanti akan kita godok lagi bersama. Yang jelas, Piala Pelajar 2026 akan kita selenggarakan,” kata Alim.

Piala Pelajar tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan dan membina bibit atlet esports dari kalangan pelajar.

“Karena Porprov 2027 ada batasan usia, pembinaan atlet muda kita sasarkan di usia pelajar. Kita fokuskan dari sekarang agar dua sampai tiga tahun ke depan kita masih punya atlet-atlet esports yang potensial,” ungkapnya.

Piala Pelajar Disiapkan di Lingkungan Sekolah

Dalam pelaksanaannya, Piala Pelajar 2026 juga direncanakan memiliki home base di salah satu sekolah di Kabupaten Trenggalek.

Namun, sekolah yang nantinya menjadi lokasi kegiatan masih dalam tahap pembahasan. ESI Trenggalek akan melakukan komunikasi dengan sejumlah sekolah untuk mencari pihak yang bersedia menjadi tuan rumah.

Sekolah yang memiliki ketertarikan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan juga dipersilakan menghubungi ESI Kabupaten Trenggalek.

“Untuk home base rencananya kita selenggarakan di salah satu sekolah. Sekolahnya nanti akan kita negosiasikan, mana yang bisa kita ajak kerja sama menjadi tuan rumah. Kalau ada sekolah yang ingin mengajukan diri juga bisa menghubungi ESI Kabupaten Trenggalek melalui Instagram,” tutur Alim.

Selain kompetisi, ESI Trenggalek juga menyiapkan program sosialisasi esports di lingkungan sekolah. Sasaran awalnya adalah guru olahraga serta siswa yang tergabung dalam OSIS.

Menurut Alim, sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya ESI memperkenalkan esports secara lebih luas di lingkungan pendidikan. Mekanisme dan materi kegiatan masih akan dibahas lebih lanjut oleh pengurus.