TEKNOLOGI

Target Trenggalek Nol Blankspot Tercapai, Kini Tengah Tangani Sinyal Lemah di 8 Titik Wilayah

×

Target Trenggalek Nol Blankspot Tercapai, Kini Tengah Tangani Sinyal Lemah di 8 Titik Wilayah

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Plt Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Yusuf Widharto saat menyampaikan capaian nol Blankspot di 2026.
Inti Berita:
• Diskominfo Trenggalek memastikan tidak ada lagi wilayah yang masuk kategori blank spot.
• Meski begitu, masih terdapat sekitar delapan titik dengan indikasi sinyal lemah yang sedang diupayakan penguatannya melalui koordinasi dengan provider, terutama di kawasan pegunungan.

SUARA TRENGGALEK – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek memastikan wilayah yang masuk kategori blank spot atau tidak terjangkau sinyal internet saat ini sudah tidak ditemukan.

Namun demikian, saat ini masih terdapat sejumlah lokasi dengan kondisi sinyal lemah yang terus diupayakan penguatannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Trenggalek, Yusuf Widharto mengatakan, berdasarkan pengecekan teknis di lapangan, persoalan utama saat ini bukan lagi wilayah tanpa sinyal, melainkan beberapa titik dengan kualitas jaringan yang belum optimal.

“Sesuai dengan yang kita cek di lapangan teman-teman teknis, untuk blank spot saat ini di Trenggalek tidak ada. Yang ada sementara dengan indikasi sinyal lemah,” ujar Yusuf.

Gandeng Provider Perkuat Sinyal Lemah

Yusuf menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama penyedia layanan telekomunikasi, untuk meningkatkan kualitas jaringan di wilayah yang masih mengalami kendala sinyal.

Menurutnya, Diskominfo telah mengusulkan sejumlah titik yang membutuhkan penguatan jaringan kepada provider, salah satunya Telkomsel.

“Kita berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada, khususnya mungkin bermitra dengan provider,” jelasnya.

Ia menyebut, terdapat sekitar delapan titik yang telah diusulkan untuk mendapat perhatian karena terindikasi memiliki kualitas sinyal lemah.

“Cuma yang kita usulkan kemarin ada sekitar 8 titik, itu indikasi juga tadi sinyal-sinyal lemah,” katanya.

Wilayah prioritas, lanjut Yusuf, berada di kawasan pegunungan yang selama ini memiliki tantangan geografis dalam penyediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

“Tentu ini yang mungkin di daerah pegunungan-pegunungan yang kita utamakan dulu,” imbuhnya.

Pembelajaran Online di Sekolah Berjalan Lancar

Selain untuk kebutuhan masyarakat umum, penguatan jaringan juga menjadi perhatian karena sejumlah aktivitas pelayanan publik dan pendidikan kini membutuhkan koneksi internet.

Terkait penggunaan internet untuk pembelajaran di satuan pendidikan, Yusuf memastikan kondisi jaringan saat ini sudah berjalan dengan baik.
“Insyaallah sudah lancar,” pungkasnya.