PERISTIWA

Setiap Senin Pagi, Polisi di Trenggalek Edukasi Pelajar Soal Anti Bullying hingga Bijak Bermedsos

×

Setiap Senin Pagi, Polisi di Trenggalek Edukasi Pelajar Soal Anti Bullying hingga Bijak Bermedsos

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas saat memberikan edukasi kepada pelajar.
Inti Berita,
• Polsek Panggul, Trenggalek beri edukasi pelajar.
• Pembinaan dilakukan saat upacara di dua sekolah.
• Fokus utama: anti-bullying, bijak bermedsos, dan tertib lalu lintas.
• Siswa juga diberi wawasan kebangsaan dan bahaya narkoba.
• Kegiatan akan terus berlanjut melibatkan Bhabinkamtibmas.

SUARA TRENGGALEK – Usai libur panjang lebaran, aktivitas belajar mengajar sekolah di Trenggalek kembali normal.

Momentum ini dimanfaatkan jajaran Polsek Panggul untuk memberikan edukasi kepada pelajar melalui kegiatan pembinaan di sekolah.

Edukasi tersebut dilakukan bersamaan dengan upacara bendera yang rutin digelar setiap Senin pagi.

Sejumlah personel Polsek Panggul turut diterjunkan sebagai pembina upacara sekaligus memberikan pembinaan kepada siswa, Senin (6/4/2026).

Kapolres Trenggalek, Ridwan Maliki, melalui Kapolsek Panggul, Suswanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam menyiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Hari ini ada dua sekolah yang menjadi sasaran edukasi, yaitu SDN 1 Barang dan SDN 2 Wonocoyo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan oleh Wakapolsek Panggul Ipda Suryono di SDN 1 Barang, serta Kanit Samapta Aipda Wahyu Suryo Purnomo di SDN 2 Wonocoyo.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah isu penting menjadi fokus pembinaan, di antaranya pencegahan perundungan (bullying), larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, serta pemanfaatan teknologi secara positif.

Selain itu, siswa juga diberikan edukasi tentang tertib berlalu lintas, pentingnya menghormati orang tua dan guru, serta penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

“Perundungan menjadi salah satu atensi kami. Pencegahannya tidak bisa hanya dari kepolisian, tetapi juga harus melibatkan sekolah dan keluarga karena dampaknya sangat besar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pembinaan juga mencakup pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

AKP Suswanto menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen, termasuk anggota Bhabinkamtibmas di tingkat desa.

“Tidak harus menjadi pembina upacara, tetapi bisa memanfaatkan setiap momen di sekolah untuk memberikan edukasi,” pungkasnya.