SUARA TRENGGALEK – Aktivitas perdagangan di Pasar Pon Trenggalek terus menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) mencatat adanya lonjakan omzet pedagang hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Kepala Dinas Komidag Trenggalek, Saniran mengatakan kondisi pasar semakin ramai seiring mendekatnya Lebaran.
Hal itu terlihat dari intensitas kunjungannya ke lapangan dalam beberapa waktu terakhir.
“Alhamdulillah, dari beberapa kali saya berkeliling, baik siang maupun sore, semakin mendekat hari raya semakin ramai. Transaksi juga lancar,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Berdasarkan pantauan dinas, peningkatan omzet pedagang cukup signifikan, terutama pada akhir Ramadan.
“Dari sisi omzet, mereka menyampaikan ada kenaikan dibanding hari biasa. Bahkan di akhir Ramadan ini pendapatannya meningkat. Kenaikannya antara 25 sampai 50 persen, tergantung jenis dagangannya,” jelasnya.
Saniran menambahkan, komoditas yang paling mengalami peningkatan penjualan adalah pakaian, makanan, dan jajanan. Sementara beberapa jenis barang lain seperti sepatu dan buku cenderung stabil.
Di sisi lain, jumlah pelaku UMKM takjil tahun ini mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, aktivitas penjualan tetap berjalan dan didukung berbagai pihak.
“Jumlah pedagang takjil memang agak berkurang dari tahun lalu, terutama di sisi timur pasar. Namun ada dukungan dari Bank Jatim berupa fasilitasi tenda, sehingga tetap memberi semangat bagi pedagang, termasuk pelaku baru,” paparnya.
Untuk jumlah, pedagang takjil di kawasan alun-alun tercatat sekitar 90 hingga 100 orang, sementara di area Pasar Pon berkisar antara 35 hingga 45 pedagang.
Terkait harga, Saniran mengakui adanya kenaikan pada beberapa komoditas bahan pokok seperti cabai dan bumbu. Namun, harga takjil dinilai masih relatif terjangkau.
“Harga takjil ada kenaikan sedikit karena bahan pokok naik, tapi tidak signifikan. Rata-rata masih di kisaran Rp 5.000 sampai Rp 8.000,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa kondisi keamanan pangan tetap terjaga pasca inspeksi yang dilakukan sebelumnya.
“Insyaallah aman. Sejak awal sudah kami ingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kerapian. Bahkan mereka juga mengenakan atribut agar lebih tertib,” pungkasnya.











