BUDAYA

Jelang Puasa Ramadan 2026, Penjual Bunga Tabur Ramai di Trenggalek

×

Jelang Puasa Ramadan 2026, Penjual Bunga Tabur Ramai di Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pedagang bunga tabur di Trenggalek mulai ramai.

SUARA TRENGGALEK – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, penjual bunga tabur mulai bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Trenggalek, Selasa (17/2/2026).

Salah satunya terlihat di tepi Jalan Nasional Trenggalek–Tulungagung, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.

Sejumlah pedagang menawarkan bunga tabur kepada para peziarah yang datang untuk berziarah ke makam leluhur sebagai bagian dari tradisi menjelang Ramadan.

Salah seorang penjual bunga, Astuti, mengaku hanya berjualan bunga pada momen tertentu, yakni menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Sehari-hari, ia membuka warung kopi yang berada di lokasi yang sama.

“Sehari-hari jualan di warung kopi, sekarang jualan bunga. Kalau seperti saat ini warung kopinya tidak buka,” ujar Astuti.

Menurutnya, berjualan bunga tabur menjelang Ramadan lebih menguntungkan dibandingkan membuka warung kopi.

“Satu hari bisa sampai Rp 700 ribu. Kalau warung kopi tidak sampai segitu,” katanya.

Harga bunga yang dijual bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu per paket, tergantung jumlah makam yang akan diziarahi.

Astuti mulai berjualan sekitar satu minggu sebelum Ramadan dan biasanya berhenti satu atau dua hari sebelum bulan puasa dimulai.

Untuk memenuhi kebutuhan dagangannya, ia tidak hanya memanfaatkan bunga dari pekarangannya sendiri, tetapi juga membeli dari warga lain hingga tengkulak dari luar kota.

“Ada bunga kenanga, bunga merah, pandan wangi,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang peziarah, Meifa, mengatakan tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan sudah dilakukan secara turun-temurun oleh keluarganya.

Selain memanjatkan doa untuk leluhur, bunga tabur menjadi perlengkapan yang wajib dibawa saat ziarah.

“Tadi beli bunga kenanga saja Rp5 ribu dapat sedikit sekali. Kalau hari biasa bisa dapat dua kali lipat,” ujarnya.

Meski harga bunga cenderung naik menjelang Ramadan, Meifa mengaku tetap membelinya karena sudah menjadi bagian dari tradisi.

“Setahun sekali, jadi harus disempatkan,” pungkasnya.