PERISTIWA

Korban Gempa Pacitan di Trenggalek Ceritakan Detik-detik Tembok Rumah Ambruk

×

Korban Gempa Pacitan di Trenggalek Ceritakan Detik-detik Tembok Rumah Ambruk

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas saat melihat kondisi tembok rumah roboh dampak gempa di Pacitan.

SUARA TRENGGALEK Gempa bumi yang berpusat di Pacitan dengan magnitudo 6,4 tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Kabupaten Trenggalek.

Salah satu korban terdampak adalah Potiyah (70), warga Dusun Jatirejo, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, Jumat (6/2/2026).

Potiyah menceritakan, saat gempa terjadi dirinya bersama sang suami, Rejasad, tengah terjaga karena hendak melaksanakan salat malam. Pasangan lanjut usia itu tinggal berdua di rumah tersebut.

“Tiba-tiba ada lindu (gempa bumi). Saya mau keluar, tapi mati lampu lalu menabrak pintu,” ujar

Potiyah mengenang peristiwa tersebut.
Dalam kondisi gelap dan panik, Potiyah berusaha meraba dinding untuk mencari jalan keluar dari kamar.

Saat itulah ia mendapati bagian belakang rumahnya, tepatnya tembok dapur, sudah ambruk.

“Saya kaget, kok temboknya ambruk di belakang,” katanya.

Sebelum mengetahui tembok roboh, Potiyah sempat mendengar suara dentuman dari arah belakang rumah. Namun saat itu ia mengira suara tersebut masih bagian dari guncangan gempa.

“Kaget, mau salat malam, keluar kamar kok sudah roboh,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tembok dapur tersebut merupakan bangunan lama dan sudah tidak diingat lagi kapan terakhir kali dibangun atau direnovasi. Hingga kini, perbaikan belum bisa dilakukan karena keterbatasan biaya.

“Kalau ada uang ya segera diperbaiki, tapi sekarang belum,” ucapnya.

Meski demikian, Potiyah bersyukur masih terdapat pintu yang memisahkan dapur dengan ruang tengah rumah. Kondisi itu membuatnya merasa lebih aman dari potensi masuknya hewan maupun orang yang tidak bertanggung jawab pasca kerusakan.

Sebelumnya, gempa bumi yang berpusat di tenggara Pacitan tersebut juga dilaporkan menyebabkan sejumlah rumah warga di Trenggalek mengalami kerusakan, terutama di wilayah Kecamatan Suruh dan Bendungan.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.