SUARA TRENGGALEK – Gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Pacitan berdampak hingga wilayah Trenggalek, Jumat (6/2/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Gempa berkekuatan sekitar magnitudo 6,4 skala richter itu terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan kedalaman 58 kilometer.
Getaran gempa dirasakan hingga Kabupaten Trenggalek yang berjarak sekitar 116 kilometer dari pusat gempa di Pacitan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan laporan kerusakan rumah warga diterima dari beberapa wilayah di Trenggalek bagian selatan.
“Laporan sementara yang kami terima, ada tujuh rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa dan satu tembok balaidesa,” ujar Triadi.
Rinciannya, dua rumah berada di Dusun Krapyak, Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, yakni rumah milik Katimin di RT 19 RW 07 dan rumah milik Sugi di RT 21 RW 07.
Satu rumah lainnya berada di RT 25 RW 09 Dusun Baru Petak, Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, milik Selan.
Sementara satu rumah lainnya berada di RT 09 RW 04 Dusun Jatirejo, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, milik Jasad serta rumah Sutaji, Dusun Jatirejo, Desa Suruh.
Juga mengakibatkan dapur roboh rumah Bapak Soirin/saropah RT 56/12 Dusun Gembes Desa Masaran Kecamatan Munjungan.
Selain itu juga dapur rumah, tembok dan atap ambruk dengan lebar 4 meter panjang 7 meter, milik warga bernama Sumarti, Dusun Benggle RT 9 RT 3 Ds. Winong Kec. Tugu.
Tembok balaidesa Desa Winong, Kecamatan Tugu juga mengalami roboh.
Triadi menjelaskan, kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari tembok retak, tembok ambrol, hingga atap rumah yang ambruk.
“Kerusakan yang kami temukan di lapangan berupa retakan pada tembok, tembok roboh, serta atap rumah yang mengalami ambruk,” jelasnya.
Meski menimbulkan kerusakan bangunan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban, baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia,” tegas Triadi.
BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta meningkatkan kehati-hatian, terutama saat berada di dalam atau di sekitar bangunan.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera mencari tempat yang aman jika terjadi gempa dan menjauhi bangunan yang berpotensi runtuh,” pungkasnya.











