SUARA TRENGGALEK – Angin kencang yang melanda Kabupaten Trenggalek selama dua hari terakhir meninggalkan dampak serius. Bahkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 30 Januari mendatang.
Peristiwa yang terjadi sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026) tersebut berdampak pada lima kecamatan dan 11 desa, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan bahwa dampak terparah terjadi pada infrastruktur serta menyebabkan korban jiwa.
“Kejadian selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu kemarin, berdampak di lima kecamatan dan 11 desa, yang sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Trenggalek,” ujar Triadi.
Ia menjelaskan, dua tower dilaporkan roboh akibat terpaan angin kencang. Selain itu, satu warga asal Kecamatan Pogalan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Kerusakan parah yang kami catat antara lain dua tower yang roboh, serta adanya satu korban meninggal dunia warga Pogalan,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada warga yang harus mengungsi. Sebagian besar kerusakan yang terjadi tergolong ringan dan menimpa rumah-rumah warga.
“Dari hasil peninjauan kami, tidak ada warga yang mengungsi. Secara umum kerusakan berupa rusak ringan, seperti asbes dan seng atap rumah yang terlepas, serta beberapa ranting pohon yang menimpa bangunan,” tambah Triadi.
BPBD Trenggalek juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
“Sesuai informasi BMKG, periode 21 hingga 30 Januari 2026 masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Angin kencang masih dimungkinkan terjadi, disertai hujan lebat terutama pada malam hari,” terangnya.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD bersama unsur pentahelix mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika berada di jalan saat angin kencang, sebaiknya menepi dan berteduh di tempat yang aman, serta menghindari area yang terdapat baliho atau papan reklame,” imbau Triadi.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Trenggalek bersama pihak terkait juga melakukan pemangkasan pohon dan ranting yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami secara bertahap melakukan perampingan ranting dan pemotongan pohon kering atas permintaan dari desa-desa yang terdampak,” pungkasnya.











