SUARA TRENGGALEK – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Trenggalek, Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek hingga pukul 19.00 WIB, dampak bencana tercatat terjadi di 11 titik yang tersebar di lima kecamatan dan 11 desa.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa ranting pohon, satu warga mengalami sesak napas, 40 rumah mengalami kerusakan ringan, serta dua jaringan komunikasi berupa tower telekomunikasi mengalami kerusakan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas di sejumlah wilayah.
“Angin kencang terjadi hampir merata di beberapa wilayah. Data ini masih bersifat sementara hingga pukul 19.00 WIB dan kemungkinan masih akan bertambah,” ujar Triadi.
Berdasarkan infografis resmi BPBD Trenggalek, dampak angin kencang tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Bendungan, pohon tumbang terjadi di Desa Surenlor, Dompyong, dan Depok hingga menutup akses jalan.
Selain itu, di Desa Botoputih, tower Telkomsel roboh dan menimpa dapur serta kandang sapi milik warga. Sementara di Desa Sumurup, sebanyak 40 rumah dilaporkan mengalami kerusakan atap akibat terjangan angin.
Di Kecamatan Gandusari, pohon tumbang terjadi di Desa Krandegan dan menyebabkan akses jalan tertutup. Sedangkan di Desa Sukorame, pohon tumbang menimpa seorang pengendara sepeda motor hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Wilayah Kecamatan Tugu juga terdampak. Di Desa Pucanganak, batang pohon sono patah dan melintang di badan jalan. Sementara di Desa Gondang, pohon jowar tumbang menimpa tiang lampu jalan, kabel telepon, serta satu unit kendaraan pikap.
Di Kecamatan Durenan, pohon tumbang di Desa Pandean menimpa sebuah truk dan sepeda motor. Akibat kejadian tersebut, seorang pengendara sepeda motor mengalami sesak napas dan harus mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, di Kecamatan Watulimo, tower Telkomsel di Desa Dukuh dilaporkan roboh dan menimpa bagian dapur rumah warga.
Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bangunan dan berdampak pada jaringan komunikasi di lokasi setempat.
Triadi menambahkan, BPBD Trenggalek bersama TNI, Polri, serta unsur masyarakat telah melakukan penanganan di seluruh titik kejadian.
“Tim reaksi cepat multisektor telah kami terjunkan untuk melakukan pembersihan pohon tumbang, pengamanan lokasi tower roboh, serta pendataan dampak kerusakan,” jelasnya.
BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau melintas di jalur rawan pohon tumbang,” pungkas Triadi.











