SUARA TRENGGALEK – Di tengah tren penurunan jumlah angkutan umum, realisasi pendapatan daerah dari terminal tipe C di Kabupaten Trenggalek justru mencatatkan capaian positif sepanjang tahun 2025.
Pendapatan dari sektor ini bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Pendapatan tersebut bersumber dari retribusi parkir kendaraan, baik mobil penumpang umum (MPU) maupun angkutan barang, serta pemanfaatan kios yang berada di kawasan terminal.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPKPP) Kabupaten Trenggalek, Budi Supriyanto, mengatakan saat ini Trenggalek memiliki lima terminal tipe C yang tersebar di Kecamatan Trenggalek, Pule, Panggul, Kampak, dan Durenan.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 realisasi retribusi terminal mencapai 113 persen dari target sebesar Rp118 juta,” ujar Budi, Sabtu (24/1/2026).
Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap kontribusi sektor terminal dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun secara umum jumlah angkutan umum di Trenggalek terus mengalami penurunan.
Memasuki tahun 2026, Budi menyampaikan bahwa target pendapatan retribusi terminal tidak mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
“Insyaallah tahun 2026 target masih kami pertahankan. Kami tidak berani menaikkan target karena kondisi angkutan di Trenggalek memang semakin berkurang. Kalau target terlalu tinggi tapi tidak tercapai, tentu akan menjadi kendala,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan yang realistis justru dinilai lebih aman dan membuka peluang capaian target tetap terpenuhi, bahkan berpotensi terlampaui.
Budi juga mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir Terminal Pule dan Terminal Panggul menjadi penyumbang PAD terbesar dari sektor retribusi terminal. Hal itu tidak lepas dari faktor lokasi yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi.
“Terminal Pule dan Panggul letaknya dekat dengan pasar, sehingga banyak pemilik MPU maupun angkutan barang yang memanfaatkan terminal untuk parkir,” ungkapnya.
Untuk menjaga dan mengoptimalkan pendapatan tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan barang agar memanfaatkan terminal sebagai lokasi parkir resmi.
“Kami terus sosialisasi agar angkutan barang parkir di terminal yang sudah disediakan,” tambahnya.
Terkait pengembangan infrastruktur terminal, Budi menyebut belum ada rencana revitalisasi besar dalam waktu dekat. Namun demikian, pemeliharaan rutin tetap dilakukan di seluruh terminal tipe C yang ada di Trenggalek.
“Kalau revitalisasi besar kemungkinan hanya pembangunan pagar di sisi barat Terminal Kota. Untuk yang lain belum ada rencana, tapi pemeliharaan rutin alhamdulillah untuk lima terminal tetap bisa kami tangani,” pungkasnya.











