SUARA TRENGGALEK – Sego Gegok menjadi salah satu kuliner khas yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Trenggalek.
Makanan berbahan dasar nasi, ikan teri atau ikan asap, serta sambal pedas ini dikenal murah dan diyakini bermanfaat untuk meredakan flu dan pusing.
Sego Gegok diyakini lahir dari kebiasaan para petani setempat yang membutuhkan bekal sederhana namun tahan lama saat bekerja di sawah atau ladang.
Untuk memudahkan, mereka membungkus nasi dan lauk dalam daun pisang yang diikat tali rafia. Bentuk bungkusan inilah yang kemudian disebut “gegok” atau geneman godong gedang, berarti lipatan daun pisang.
Kuliner ini banyak dijumpai di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, dengan harga mulai Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per bungkus. Ciri khasnya terletak pada rasa pedas dari ikan teri atau ikan berbumbu yang dipercaya masyarakat mampu melegakan hidung tersumbat.
Sego Gegok umumnya disantap bersama lauk tambahan seperti tempe goreng, sate telur puyuh, sate usus, sate jeroan, atau menu lain sesuai selera.
Selain nasi tiwul yang lebih dulu dikenal, Sego Gegok menjadi kuliner harian masyarakat Trenggalek.
Berikut resep pembuatan Sego Gegok berbahan ikan tuna asap:
Bahan Bumbu Ikan Pedas:
– 2 ekor ikan tuna asap (dapat diganti ikan pindang atau salem)
– 6 siung bawang merah
– 5 siung bawang putih
– 2 butir kemiri
– 24 cabai rawit merah
– 4 cabai merah keriting
– Merica, gula merah, garam, penyedap rasa secukupnya
Bahan Lain:
– Nasi putih
– Daun pisang
– Lidi atau tusuk gigi
Cara Membuat:
- Kukus atau suwir ikan tuna asap dan buang durinya.
- Haluskan seluruh bumbu.
- Tumis bumbu hingga matang, masukkan ikan suwir, aduk hingga bumbu meresap dan mengering.
- Siapkan daun pisang yang sudah dilemaskan.
- Ambil sekepal nasi, beri 1–2 sendok makan ikan berbumbu.
- Bungkus rapi dan semat dengan lidi.
- Kukus 10–15 menit hingga aroma daun pisang meresap.
- Sajikan selagi hangat.
Sego Gegok menjadi pilihan hidangan pedas yang sederhana, murah, namun tetap mengenyangkan bagi masyarakat maupun wisatawan.











