SUARA TRENGGALEK – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, mendorong terbentuknya budaya sadar bencana “siap untuk selamat” saat menghadiri pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Bendungan di halaman Kantor Kecamatan Bendungan, Jumat (28/11).
Dalam apel pembukaan, Syah mengingatkan bahwa kondisi geografis Trenggalek memiliki potensi bencana cukup tinggi, mulai gempa bumi hingga tanah longsor.
Ia mengutip data BMKG mengenai potensi gempa dari pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia (Megathrust) di selatan Jawa yang dapat menghasilkan magnitudo hingga 8,7 SR.
Dampak gempa tersebut, katanya, juga bisa dirasakan di Kecamatan Bendungan yang didominasi wilayah pegunungan.
“Pertanyaannya apakah kita sudah siap menghadapi ancaman gempa bumi dan tanah longsor, padahal dua bencana ini sulit diprediksi,” ujar Wabup Syah.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pemahaman evakuasi mandiri dari titik rawan menuju zona aman.
Melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas KSB, Syah berharap kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat semakin baik.
“Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal sebelum tanah longsor. Kemudian apa yang harus dilakukan saat terjadi hujan deras,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan pemetaan daerah rawan longsor, penyiapan rute evakuasi yang jelas, serta kemudahan akses bagi warga.
Selain itu, koordinasi lintas instansi pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi non pemerintah dinilai menjadi aspek krusial dalam situasi darurat.
Ketersediaan logistik serta partisipasi aktif masyarakat tak luput dari perhatian.
“Kesadaran dan kepedulian mereka merupakan kunci utama dalam upaya mitigasi bencana,” pungkasnya.











