SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana mengembangkan kawasan wisata Goa Lowo guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Dengan metode menggabungkan geopark dengan teknologi, rencana ke depan para pengunjung juga dapat menikmati suasana goa lowo di malam hari.
Langkah besar tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Edi Santoso, Sabtu (22/11/2025).
Edi mengatakan, pengembangan Goa Lowo dilakukan secara bertahap, baik untuk area outdoor maupun indoor. Namun pengembangan ruang dalam masih membutuhkan kajian lebih mendalam dari para ahli.
“Goa Lowo ini banyak mendapat masukan aspirasi dari masyarakat. Sehingga akan dikembangkan khususnya untuk outdoor dulu, bertahap, kemudian indoor-nya. Tapi indoor perlu riset dari sisi sains, terutama biologi dan sebagainya,” jelasnya.

Goa Lowo Dikelola Swasta
Untuk area luar, lanjut Edi, sejumlah fasilitas baru akan ditambahkan. Di antaranya kafetaria, wahana permainan anak, hingga permainan cahaya.
Konsep tersebut memadukan unsur geopark dengan teknologi agar wisatawan bisa menikmati suasana hingga sore atau malam hari.
Terkait kerja sama pengelolaan, Edi menyebut sudah ada pihak swasta yang tertarik mengembangkan Goa Lowo. Salah satunya PT Asalam dari Malang yang merupakan jejaring mitra Jatim Park.
“Kita berharap kalau dikelola operator profesional, Goa Lowo bisa berkembang. Kalau sudah tumbuh, tidak menutup kemungkinan Jatim Park sebagai induk akan melirik dengan investasi lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Selain pembenahan destinasi, promosi juga harus terus digencarkan serta dibarengi kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Destinasi harus selalu diperbarui, tidak harus mahal. Promosi juga tidak boleh kendor, dan jejaring harus dibangun supaya manfaatnya lebih luas untuk masyarakat,” pungkasnya.











