BISNIS

PDAM Trenggalek Luncurkan Produk Air Minum Dalam Kemasan “Tirtha Pure”

×

PDAM Trenggalek Luncurkan Produk Air Minum Dalam Kemasan “Tirtha Pure”

Sebarkan artikel ini
Air Minum Trenggalek
Wabup Trenggalek (kanan) Direktur PDAM (tengah) Ketua DPRD (kiri) saat melaksanakan peluncuran air dalam kemasan.

SUARA TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek melalui Perumda PDAM Tirta Wening resmi meluncurkan produk air minum dalam kemasan (AMDK) bernama Tirtha Pure, yang berasal dari sumber mata air Gunung Wilis di ketinggian 2.569 mdpl.

Peluncuran produk ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus menjadikan Tirta Pure sebagai produk unggulan baru Kabupaten Trenggalek, Sabtu (22/11/2025).

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengapresiasi langkah Direkturu PDAM dan menilai Tirta Pure sebagai inovasi yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.

“Kita mengucapkan selamat untuk PDAM Trenggalek yang telah me-launching karya luar biasa ini. Harapannya bisa berkembang di Trenggalek dan seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan DPRD akan mendukung penuh pengembangan usaha, termasuk tambahan modal apabila rencana bisnis dinilai layak.

“Program ini selaras dengan visi jangka panjang kami terkait Net Zero Carbon. Jika hutan dan alam terlindungi, keberkahan seperti sumber air akan tetap terjaga,” katanya.

Tirta Pure Jadi Identitas

Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah.

Menurutnya, Tirta Pure diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami berharap produk baru ini bisa menjadi identitas baru sekaligus produk unggulan Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.

Mas Syah menambahkan pemerintah akan mendorong penggunaan Tirta Pure dalam berbagai kegiatan di lingkungan dinas.

“Minimal bisa dikonsumsi oleh ASN Trenggalek sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal,” ujarnya.

Dilanjutkan Direktur PDAM Tirta Wening, Sudarmono, menjelaskan bahwa Tirta Pure diproduksi dari mata air Gunung Wilis dengan pH 7,5+ dan diolah menggunakan standar ISO serta SNI.

“Kami bermain di segmen air mineral. Airnya segar dan familier bagi masyarakat Trenggalek. Keunggulan kami adalah sumber air asli 100 persen tanpa campuran,” jelasnya.

Sudarmono mengatakan pengolahan dilakukan dengan filtrasi berlapis serta teknologi ionisasi dan sterilisasi UV. Instalasi pengolahan air yang digunakan merupakan bantuan dari Hungaria, sehingga kualitas penyaringan lebih maksimal.

Produk Air Minum Lokal

“Kami mohon dukungan masyarakat Trenggalek untuk mencintai produk lokal yang kualitasnya tidak kalah, bahkan unggul dari sisi air baku,” tegasnya.

Pihaknya menargetkan produksi awal 1.000 galon per bulan, sementara untuk kemasan kecil difokuskan pada ukuran 110 ml dan 220 ml yang menyasar kebutuhan hajatan dan konsumsi praktis.

Sedangkan lokasi produksi Sudarmono menerangkan jika berada di Desa Ngares, dekat instalasi water treatment PDAM dengan kapasitas produksi tercatat mencapai sekitar 5 liter per detik.

“Tirta Pure ini sebagai produk premium dengan keunggulan pH seimbang, kemurnian tinggi, kandungan mineral esensial, serta sertifikasi halal, SNI, dan BPOM,” jelasnya.

Sudarmono kembali menerangkan Air baku Gunung Wilis dikenal sebagai salah satu sumber mata air terbesar di Pulau Jawa, dengan ekosistem yang masih terjaga.