SUARA TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek secara resmi menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Prompemperda) tahun 2026 bersamaan dengan pengesahan Ranperda APBD 2026.
Dalam program tersebut, legislatif dan eksekutif sepakat membahas 17 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) sepanjang 2026. Dengan beberapa hal krusial dalam isi Prompemperda tersebut.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, usai memimpin rapat paripurna menyampaikan bahwa penyusunan program regulasi daerah untuk tahun depan telah disepakati.
“Alhamdulillah hari ini kita juga menetapkan program peraturan daerah untuk tahun 2026. Ada 17 rancangan peraturan daerah yang akan kita bahas di tahun 2026,” ujarnya, Rabu (26/11/2025),
Doding juga menjelaskan, dari total 17 Ranperda tersebut, 12 Ranperda berasal dari usulan Bupati Trenggalek dan 5 Ranperda lainnya dari inisiatif DPRD.
Ia menambahkan, salah satu ranperda baru yang berhasil masuk dalam daftar adalah ranperda tentang kawasan esensial khas, hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Aliansi Rakyat Trenggalek.
“Alhamdulillah dari hasil hearing kita dengan rekan-rekan Aliansi Rakyat Trenggalek, hari ini bisa kita masukkan ranperda tentang kawasan esensial khas,” terangnya.
Menurutnya, ranperda aspiratif tersebut akan dibahas pada 2026. Doding berharap seluruh pihak ikut mengawal agar regulasi yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Sesangkan terkait capaian Prompemperda 2025, Doding mengakui realisasinya masih rendah. Ia menyebut sejumlah ranperda belum dapat ditetapkan karena masih dalam proses di tingkat provinsi.
“Hari ini sebenarnya kita harus menetapkan 5 Ranperda, karena belum muncul di provinsi maka kita belum bisa,” jelasnya.
Doding juga mencontohkan yang hari ini seharusnya menetapkan Ranperda masalah BMD. Terus usulan teman-teman Komisi seperti lingkungan pesantren, UMKM, terus infrastruktur pasif itu semuanya masih di provinsi.
Doding berharap proses harmonisasi di provinsi segera rampung dalam beberapa pekan ke depan. “Mudah-mudahan seminggu dua minggu lagi bisa turun, sehingga tahun 2025 itu kita sesuai target. Kita masih punya sisa waktu 1 bulan,” tandasnya.











